
PADANG- Meski telah menjadi korban penyanderaan sebulan lebih, Wandi Rakha Dian mengaku tidak kapok sebagai pelaut. Koki Kapal Brahma 12 yang disandera Kelompok Abu Sayyaf di Filipina Selatan ini akan kembali berlayar dan mengaku tidak trauma.
“Saya akan kembali melaut,” ungkapnya, Selasa (3/5) di tengah suasana haru berkumpul kembali bersama keluarga setelah sebulan lebih berada dalam penyanderaan yang berakhir “happy ending”.
Wendi, satu dari sepuluh Warga Negara Indonesia (WNI) awak Kapal Brahma 12 disandera kelompok garis keras Filipina pada 26 Maret 2016 lalu. Wendi merupakan anak pertama dari Aidil (55), staf di Kelurahan Cupak Tangah Kecamatan Pauh Kota Padang.
Kepulangan Wendi disambut Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit dan Walikota Padang Mahyeldi di Bandara Internasional Minangkabau (BIM). Sementara di rumah orangtuanya di Pasar Ambacang Kecamatan Kuranji, Wakil Walikota Padang Emzalmi telah hadir bersama masyarakat untuk penyambutan kepulangan pemuda 27 tahun itu.
Wendi mengaku diperlakukan dengan baik selama dalam penyanderaan. Dia juga tetap bisa melaksanakan ibadah salat walaupun aktifitas dibatasi oleh penyandera.
Penyanderaan Wendi dan awak kapal Brahma 12 lainnya berakhir dengan dipulangkannya ke sepuluh WNI tersebut oleh kelompok penyandera. Pembebasan sandera ini berlangsung melalui proses negosiasi dan pemerintah Indonesia tidak membayar tebusan seperti yang semula diminta oleh kelompok penyandera.
Negosiator pembebasan sandera Mayjen TNI (Purn) Kivlan Zen seperti dikutip dari detik.com menyatakan bahwa pembebasan murni hasil dari negosiasi, tanpa membaya uang tebusan. “Tidak ada pembayaran tebusan. Ini murni negosiasi,” ujar Kivlan Zen. (der/f)






