SOLOK- Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) terus mendorong percepatan pemulihan pascabencana banjir bandang “galodo” di Kabupaten Solok. Setelah gerak cepat yang dilakukan sebelumnya, berbagai bantuan kembali disalurkan kepada masyarakat terdampak dan Tim Satuan Tugas (Satgas) yang mendukung penanganan penanggulangan bencana, Jumat (2/10). Mulai dari paket perlengkapan sekolah bagi anak-anak, paket sembako hingga kebutuhan extra fooding untuk Tim Satgas.
Area Manager Communication, Relations & CSR Sumbagut Pertamina Patra Niaga Fahrougi Andriani Sumampouw menyampaikan, Pertamina tidak hanya berfokus pada distribusi energi, tetapi juga menjalankan tanggung jawab social dan lingkungan kepada masyarakat.
“Hari ini kita kembali menyalurkan bantuan untuk kebutuhan masyarakat terdampak dan juga Tim Satgas. Semoga bantuan yang diberikan dapat membantu proses pemulihan pascabencana banjir bandang “galodo” di Kabupaten Solok,” kata Fahrougi.
Ia menambahkan, melalui dukungan upaya pemulihan itu, Pertamina Patra Niaga menegaskan komitmen untuk selalu hadir di tengah masyarakat. Ia berharap bantuan yang disalurkan dapat meringankan beban warga terdampak sekaligus memperkuat sinergi dan hubungan baik antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat.
“Pertamina hadir tidak hanya sebagai penyedia energi nasional, tetapi juga sebagai mitra sosial yang peduli terhadap kondisi masyarakat dan lingkungan sekitar,” kata Fahrougi.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Solok Jon Firman Pandu menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas dukungan yang telah diberikan Pertamina kepada masyarakat. “Terimakasih atas support yang diberikan kepada kami, baik di posko maupun bantuan untuk anak-anak terdampak yang akan kembali bersekolah, termasuk para relawan, juga diberikan suplemen agar tetap sehat dan kuat. Sekali lagi, Pertamina Peduli, luar biasa. Hari ini merupakan bantuan yang kedua untuk Solok dan ini tentu menjadi ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya dari kami atas nama Pemerintah Daerah,” ujar Jon Firman.
Masa tanggap darurat bencana banjir bandang “galodo” di Kabupaten Solok ditetapkan selama 14 hari terhitung mulai 22 September hingga 5 Oktober 2026. Pemerintah setempat masih mengevaluasi kemungkinan memperpanjang status tersebut. Keputusan mengenai perpanjangan masa tanggap darurat akan mempertimbangkan perkembangan penanganan bencana di lapangan. F






