
AGAM – Warga pesisir pantai di Ujuang Labuang, Nagari Tiku Lima Jorong, Kecamatan Tanjung Mutiara, Kabupaten Agam makin diresakhan oleh ancaman abrasi. Dari tahun ke tahun, abrasi makin meluas. Akibatnya, daratan terus terkikis, bahkan air laut hampir mengenai permukiman dan perkebunan warga.
Pantauan di lokasi Selasa (29/10), karena abrasi yang terjadi pada Senin (28/10), bibir pantai terkikis sepanjang 20 meter. Abrasi itu terjadi setelah lokasi pembuangan air di Muara Mati tidak ada, sehingga air mengalir ke daerah terendah dan mengakibatkan abrasi pantai.
Apabila tidak diatasi secepat mungkin, maka bibir pantai akan habis dan berisiko terhadap lahan perkebunan dan permukiman warga yang hanya berjarak 30 meter.
Saat dikonfirmasi, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam, M. Lutfi mengatakan, untuk mengantisipasi meluasnya abrasi di Pantai Ujuang Labuang, pihaknya segera menyurati Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V terkait langkah dalam mengantisipasi meluasnya abrasi.
“Surat ini akan kita kirimkan ke BWS Sumatera V setelah surat dari nagari diterima dan kita meminta surat itu segera di buat,”ujar M. Lutfi.
Ia mengatakan, surat itu diajukan sebagai laporan agar BWS Sumatera V melakukan langkah agar abrasi itu tidak meluas ke daerah lain.
Sebelumnya, BPBD Agam juga menyurati BWS Sumatera V terkait abrasi di Pasia Paneh dan Muaro Putih, Nagari Tiku Lima Jorong, Kecamatan Tanjung Mutiara.
Setelah itu, pemerintah pusat mengalokasikan anggaran sekitar Rp80 miliar pada 2017 untuk membangun groin atau pengaman pantai. (fajar)





