
Padangmedia.com – Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit menyatakan dalam meningkatkan mutu atau kualitas SDM, terlebih bagi peserta didik, mestinya kepala daerah di masing-masing kabupaten kota harus punya kebijakan yang kuat terhadap pendidikan anak-anak usia sekolah itu.
“Kita juga harus bicara kualitas, untuk itu perlu belajar dan membaca. Sayangnya banyak anak-anak yang hobi gadget, sehingga itu menjadikan kualitas belajar anak anak,” ujarnya saat membuka acara Safari Gerakan Nasional Pembudayaan Kegemaran Membaca di STKIP PGRI Sumatera Barat, Rabu (7/8/2019).
Menurut Nasrul Abit, agar generasi muda bisa berkualitas pendidikanya, maka harus banyak membaca. “Saat ini kita sudah bicara kualitas/mutu pendidikan bukan lagi bicara kuantitas. Guru jadi pihak yang penting dalam meningkatkan mutu pendidikan anak didiknya, apalagi kita sudah menghadapi era globalisasi, ” kata Nasrul Abit.
Dilanjutkannya, sejak 2017 kewenangan mengelola dan sinkronisasi pendidikan antara provinsi dengan kabupaten kota di Sumbar terputus.
“Ini disebabkan adanya kebijakan yang memisahkan kewenangan pengelolaan pendidikan antara SLTP dengan SLTA. Untuk tingkat kabupaten kota hanya kewenangannya setingat SD hingga SLTP atau yang lebih dikenal dengan sebutan wajib belajar sembilan tahun. Sedangkan kewenangan provinsi hanya tingkat SLTA/sederajat,” kata Nasrul Abit.
Kepala Perpustakaan Nasional, Muhammad Syarif Bando diwakili Deputi Bidang Pengembang Bahan Pustaka dan Jasa Informasi Ofy Sofiana, mengatakan keberadaan perpustakaan dapat mendorong masyarakat mencintai budaya lokal.
Pasalnya dengan adanya perpustakaan serta menumbuh kembangkan budaya membaca, justru akan memberikan wawasan lebih pada masyarakat.
Apalagi, sebut Ofy, masyarakat mau menjadikan pustaka sebagai tempat terbaik.
Melihat pentingnya keberadaan perpustakaan yang menyediakan berbagai sumber ilmu, makanya kami lakukan peran nyata pustaka untuk mengembangkan potensi yang ada.
Pustaka nasional, lanjut Ofy, berfungsi sebagai pusat pengembangan, pembinaan dan pengembangan.
Membaca perlu dilakukan sebagai kebutuhan hidup, yang akan meningkatkan wawasan pengetahuan masyarakat yang nantinya akan mewujudkan masyarakat yang kreatif, inovatif dan sejahtera. Pustaka masuk dalam program prioritas nasional, meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Diharapkan, kehadiran perpustakaan di generasi milenial ini akan mengubah mindset, masyarakat, terlebih bagi siswa mulai SD hingga perguruan tinggi. Kegiatan tersebut dihadiri Anggota DPR RI Komisi X Endre Saifoel dan Kepala Badan Arsip dan Perpustakaan Sumbar, Wadarusmen.
Pada kesempatan tersebut, Ketua Yayasan STKIP PGRI Dasrizal mengucapkan terima kasih kepada Perpustaan Nasional dan daerah serta Komisi X DPR RI memberikan kepercayaan kepada STKIP PGRI.
“2019, tahun kedua kami sebagai duta menyebar luaskan gemar membaca di tengah-tengah masyarakat. Tentunya, melalui mahasiswa yang berasal dari daerah-daerah. Diharapkan mereka mampu menularkan pentingnya gemar membaca,” jelasnya.
Webtorial Pemprov Sumbar






