
SAWAHLUNTO – Universitas Negeri Padang (UNP) membuka kembali program pendidikan (Prodi) Pertambangan di Kota Sawahlunto. Prodi tersebut merupakan Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) UNP dengan jenjang pendidikan Diploma 3 (D3).
Penandatanganan kesepakatan bersama pelaksanaan PSDKU D3 Pertambangan telah dilakukan pada Kamis (2/7/2020) lalu. Antara pihak UNP dengan Pemerintah Kota Sawahlunto.
Wakil Walikota Sawahlunto Zohirin Sayuti menerangkan, dalam kesepakatan tersebut, Pemko Sawahlunto menyediakan lahan seluas 5,1 hektare.
“Sedangkan pihak UNP bertanggung jawab menanggung sepenuhnya operasional kampus,” terang Zohirin, Rabu (8/7/2020).
Dia menambahkan, rencananya akan ada dua jurusan, yaitu D3 Tambang dan D3 Alat Berat. Lahan yang disediakan berada di kawasan Kandi.
Zohirin menegaskan, tidak ingin rencana tersebut gagal lagi. Dua tahun lalu, Pemko pernah menjanjikan akan membangun kampus namun tidak terealisasi.
Dia meminta, masterplan gedung dan pematangan lahan harus selesai tahun ini. Dinas PUPR harus segera berkoordinasi dengan pihak UNP.
“Sehingga awal tahun 2021 pembangunan gedung kampus sudah bisa dilaksanakan,” ujarnya.
Sementara itu, lanjutnya, proses perkuliahan akan dilaksanakan di gedung SDN 07 Muara Kalaban, menjelang pembangunan gedung kampus selesai. Untuk itu, dia meminta agar sarana prasarana perkuliahan dapat disiapkan.
Zohirin menambahkan, kerja sama tersebut harus ditindaklanjuti dengan serius. Keberadaan kampus tidak saja berdampak kepada peningkatan kualitas sumber daya manusia, namun juga memberi dampak ekonomi.
Sebelumnya, Prodi D3 Teknik Pertambangan UNP telah menerima mahasiswa baru pada 1 Juni 2001 lalu. Waktu itu, perkuliahan dilaksanakan di Balai Diklat Tambang Bawah Tanah Sungai Durian.
Namun pada tahun 2016, aktivitas perkuliahan prodi tetsebut kembali ke kampus utama UNP di Padang.*






