Tren Pembayaran Digital Meningkat, 35 Ribu Merchant di Sumbar Gunakan QRIS
  • Home
  • Berita
  • Tren Pembayaran Digital Meningkat, 35 Ribu Merchant di Sumbar Gunakan QRIS

Tren Pembayaran Digital Meningkat, 35 Ribu Merchant di Sumbar Gunakan QRIS

PADANG – Tren berbelanja secara digital telah mendorong peningkatan penggunaan Quick Respon Indonesian Standard (QRIS). Terutama di masa pandemi Covid-19, cara belanja digital dengan QR Code semakin meningkat.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia wilayah Sumatera Barat Wahyu Purnama A mengungkapkan, gaya hidup baru di masa pandemi Covid-19 mendorong meluasnya penggunaan QRIS. Semakin banyak merchant yang menggunakan QRIS sebagai metode transaksi.

“Perkembangan di Sumatera Barat, saat ini tercatat 35.097 merchant telah menggunakan QRIS. Secara nasional, sudah ada 3,5 juta lebih merchant yang menggunakan,” ungkap Wahyu saat peresmian penggunaan QRIS Rumah Sakit Semen Padang di aula kantor perwakilan BI Sumater Barat, Rabu (24/6/2020).

Wahyu membeberkan, penggunaan QR Code sebagai instrumen pembayaran berkembang sangat pesat. Seiring dengan semakin luasnya penggunaan uang elektronik dan dompet digital seperti LinkAja, Go-Pay, OVO, dan DANA.

QRIS mengusung semangat UNGGUL yang mengandung makna Universal, Gampang, Untung, dan Langsung dan Cemumuah (Cepat, Mudah, Murah, Aman, Handal). Harapannya, transaksi dengan QRIS dapat menguntungkan pembeli dan penjual karena transaksi berlangsung efisien melalui satu kode QR yang dapat digunakan untuk semua aplikasi pembayaran pada ponsel.

Menurutnya, tren digitalisasi mengubah perilaku transaksi masyarakat menuju cara-cara yang mendukung mobilitas, kecepatan, keamanan, dan fleksibilitas (open and omni-platform, terbuka dan saling terintegrasi).

“Apalagi di tengah pandemi Covid-19, integrasi ekonomi dan keuangan digital, terutama peran digital payment, semakin penting dan diperlukan,” tambahnya.

Dia menuturkan, Covid-19 telah menyebabkan pergeseran interaksi antar manusia. Dengan berkurangnya intensitas kontak fisik dan tatap muka, termasuk dalam bertransaksi.

“Adanya risiko penyebaran virus dan penyakit dalam bertransaksi membuat WHO turut menyarankan penggunaan mekanisme pembayaran contactless dan mobile,” lanjutnya.

Bank Indonesia bersama pemerintah, menyiapkan “new life style” dengan memperluas pola transaksi pembayaran ke depan yang serba digital, contactless, dan tentunya lebih aman. QRIS hadir sebagai inovasi sistem pembayaran nasional.

Keuntungan menggunakan QRIS, pembayaran dapat dilakukan tanpa kontak fisik sesuai protokol physical distancing. Pelanggan cukup scan menggunakan ponsel dan kasir cukup memantau status transaksi dari aplikasi.

Sementara untuk fitur QRIS Tanpa Tatap Muka (TTM), pedagang/ merchant dengan mudah dapat mendistribusikan QRIS miliknya via aplikasi messaging. Konsumen/ pelanggan dapat dengan mudah melakukan scan langsung QRIS yang diterima melalui galeri foto/ gambar di ponsel.

Lebih lanjut Wahyu mengatakan, masa pandemi Covid-19 menuju “new life style”, BI fokus melakukan perluasan QRIS secara tematik pada perdagangan ritel. Seperti UMKM, pasar, toko/ warung penyedia bahan kebutuhan pokok, serta e-commerce (bajojo.id).

Juga untuk sosial keagamaan. seperti donasi panti asuhan, rumah ibadah (Masjid Raya Sumbar), penerimaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Serta bidang kesehatan seperti rumah sakit, klinik, praktik dokter, dan apotek. Semua didukung oleh inovasi pendaftaran QRIS secara online, sosialisasi virtual, dan perluasan fitur QRIS Tanpa Tatap Muka (TTM).

Tren merchant QRIS pada usaha kecil, sosial keagamaan, dan bidang kesehatan semakin meningkat. Total merchants QRIS Kesehatan di Indonesia berjumlah 49.658 merchants (posisi 8 Mei 2020).

Wahyu menyatakan, BI memandang perlu mendorong penggunaan QRIS untuk mempermudah cara bertransaksi bagi masyarakat. Khususnya di fasilitas kesehatan seperti rumah sakit. Banyak manfaat QRIS untuk semua.

Dia memaparkan beberapa manfaat penggunaan QRIS. Bagi pemerintah, dapat mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif. UMKM beserta transaksinya terdata, membantu formuasi kebijakan serta mendukung elektronifikasi transaksi pemerintah. Termasuk sebagai akses rekening pendapatan daerah seperti pembayaran pajak daerah, retribusi parkir, pasar, dan sebagainya.

Sementara bagi masyarakat, menjadi alternatif pembayaran kekinian. Pengeluaran tercatat, aman, cepat, nyaman dan efisien. Sedangkan bagi merchant, penjualan berpotensi meningkat serta menguranhi biaya pengelolaan kas. Juga terhindar dari uang palsu. Transaksi tercatat otomatis dan langsung masuk ke rekening.

Dari sisi Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP), sesuai tren digital retail payment, market baru untuk menawarkan produk finansial lainnya. Data transaksi untuk credit profile dan penawaran pembiayaan ke merchant, serta menjaga loyalitas nasabah.

Peresmian penggunaan QRIS Rumah Sakit Semen Padang (Semen Padang Hospital) itu dihadiri juga oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat dan Kota Padang, Direksi Bank Nagari serta 16 perwakilan Rumah Sakit di Kota Padang.

“Semen Padang Hospital merupakan rumah sakit pertama di Sumatera Barat yang menggunakan QRIS. Ke depan, kami berharap rumah sakit dan fasilitas kesehatan lainnya juga dapat menggunakan QRIS sebagai sarana transaksi pembayaran,” tutup Wahyu.*

Berita Terkait

Leave a Reply