
AGAM – Bupati Agam Indra Catri Datuak Malako Nan Putiah mengantarkan langsung bantuan untuk korban banjir di Kabupaten Pasaman, Senin (24/2/2020). Bantuan tersebut sebagai ungkapan turut berduka Pemerintah Kabupaten Agam atas musibah yang menimpa masyarakat di daerah tetangga.
Bersama beberapa orang kepala Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) Pemkab Agam, Indra Catri menempuh jalan darat. Rute perjalanan cukup ekstrem untuk dapat mencapai lokasi terdampak bencana banjir dan longsor di Muaro Sungai Lolo Kecamatan Mapattunggul Selatan tersebut.
Setelah menempuh 4 jam perjalanan dengan jarak sekitar 48 kilometer, Indra Catri bersama Asisten I Pemkab Agam dan rombongan sampai di Muaro Sungai Lolo. Indra Catri menyerahkan bantuan kemanusiaan sebesar Rp50 juta. Selain itu, ada juga bantuan berupa beras sebanya 250 kilogram, 50 paket family kit dan sayur – sayuran.
Dalam kesempatan itu, Indra Catri menyampaikan rasa duka yang mendalam atas musibah yang menimpa warga Muaro Sungai Lolo. Musibah tersebut tidak saja menimbulkan kerusakan kepada rumah warga dan lahan pertanian, juga menimbulkan korban jiwa.
” Kita juga ikut merasakan duka yang dialami masyarakat Sungai Lolo karena Kabupaten Agam juga merupakan daerah rawan bencana,” ungkap Indra Catri.
Indra Catri mengungkapkan, masyarakat Agam juga merasakan bagaimana dikunjungi ketika mengalami musibah bencana. Tentunya, masyarakat Agam juga ikut merasakan duka yang dialami sanak saudara di Muaro Sungai Lolo. Bantuan tersebut merupakan amanah dari masyarakat Agam yang disampaikan melalui dirinya.
“Bantuan ini merupakan amanah dari masyarakat Agam sebagai bentuk bersimpati kepada sanak saudara di Muaro Sungai Lolo yang harus kami sampaikan,” ungkap Indra Catri.
Bantuan dari masyarakat dan pemerintah kabupaten Agam tersebut diterima secara simbolis diwakili oleh salah seorang korban terdampak bencana banjir dan longsor Muaro Sungai Lolo, Widna, didampingi Sekretaris Nagari, Syafrin.
Syafrin mengucapkan terima kasih kepada Bupati Agam dan rombongan yang telah datang untuk mengunjungi masyarakatnya yang terkena bencana. Dia juga menyampaikan terima kasih atas kepedulian masyarakat Agam atas bantuan yang disampaikan melalui bupati.
Syafrin menjelaskan, bencana alam yang terjadi pada 15 Februari 2020 lalu itu menyebabkan dua orang warganya meninggal dunia. Juga ada tiga orang warga lainnya mengalami luka – luka. Sementara itu, sejumlah rumah terendam banjir dan lahan pertanian rusak. (*/fdc)






