
PADANG – Puluhan warga Kecamatan Kuranji mendatangi gedung DPRD Kota Padang guna mengklarifikasi pernyataan Anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (F-PKS) DPRD Kota Padang, Budiman, S Ag yang menyebutkan ada lapau-lapau judi di Kuranji dalam diskusi di group WhatsApp “Padang Bicara”.
Mereka merasa dilecehkan oleh pernyataan itu dan meminta Wakil Walikota Padang, H. Emzalmi Zaini melakukan penggrebekan lapau-lapau judi tersebut.
Dalam pertemuan itu Budiman meminta maaf pada tokoh dan warga Kuranji. Budiman menegaskan tidak menuduh orang Kuranji itu berjudi semua. “Mudah-mudahan ke depan tidak ada permasalahan lagi. Di Wa itu kita semua biasa bercanda. Kita tidak ada maksud melecehkan warga Kuranji,” katanya.
Sementara, Ketua Forum Komunikasi Anak Nagari (FKAN) Pauh IX Kecamatan Kuranji, Evi Yandri Rajo Budiman terkejut. Pasalnya, yang diinformasikan Budiman tersebut adalah lapau-lapau, yang berarti tidak hanya satu lapau, ada banyak lapau judi di Kuranji. “Saya terkejut, yang diinformasikannya lapau-lapau, berarti kan banyak, bukan satu. Makanya, kita meminta Pak Budiman menunjukkan di mana lokasinya. Jangan asal ngomong di group WA. Mengatakan banyak lapau, berarti seolah-olah dia menuduh mayoritas orang Kuranji doyan judi,” ujarnya.
“Pernyataan Budiman merupakan bentuk pelecehan terhadap warga Kuranji, kalau memang terbukti ada lapau yang melakukan perjudian, yang bersangkutan bisa saja menghubungi pihak kepolisian untuk melakukan penggerebekan. Bukan malahan berkoar-koar di WA,” pungkas Evi Yandri.
Dalam pertemuan di lantai II gedung DPRD Padang, Evi Yandri terlihat sempat memukul meja karena kesalnya. Ia menegaskan sangat menghargai DPRD Padang, namun pernyataan Budiman minta maaf tidak bisa diterima begitu saja dalam pertemuan itu.
“Malahan kenapa bapak Budiman mengatakan, seolah dirinya di intervensi dalam group Wa tersebut. Dan saya sangat tidak terima, kenapa harus mengatakan kami seakan orang zaman jahilia. Kami ingin Budiman meminta maaf melalui media,” tegasnya.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Padang Wahyu Iramana Putra yang ada pada pertemuan itu selaku penengah menyampaikan, ia berharap pengalaman itu menjadi suatu pembelajaran. Walau bagaimanapun, tidak ada satu hal yang tidak bisa diselesaikan dalam masalah. Ia minta sportifitas dan jangan mengait-ngaitkan dengan Pilkada. Jika betul bersalah silahkan minta maaf pada warga dan tokoh masyarakat Kuranji yang merasa telah dilecehkan.
“Saya atas nama DPRD Padang mengucapkan terimakasih atas pertemuan yang santun oleh masyarakat dan tokoh masyarakat Kuranji untuk mengklarifikasi masalah ini. Persoalan ini bisa diselesaikan melalui permintaan maaf di media dan ini atas permintaan warga dan tokoh Kuranji sendiri, tergantung bagaimana bapak Budiman lagi menyikapinya,” ungkap Wahyu.
Tokoh masyarakat Kuranji Indra Mairizal mengatakan, percakapan di WA sama sekali tidak ada kaitannya dengan Pilkada. “Ini semata-mata melecehkan masyarakat Kuranji, seakan ada justifikasi bahwa masyarakat Kuranji itu orang penjudi. Kami sangat kecewa atas perkataan itu. Masyarakat Kuranji selama ini aman-aman saja. Karena itu, kami minta bapak Budiman agar meminta permohonan maaf dan kami menunggu pernyataan maaf tersebut. Sensitif sekali kalau menyebut nama kampung kami seolah masyarakat Kuranji. Saya tidak terima nama kampung saya Kuranji disebut masyarakatnya penjudi,” tegasnya.
Ikut angkat bicara dalam pertemuan itu, anggota DPRD Padang Iswandi Muchtar yang juga tokoh masyarakat Kuranji Pauh. Ia mengatakan masalah itu tidak saja diketahui dari mulut ke mulut oleh masyarakat Kuranji, tapi sudah sampai ke Jambi dan menanyakan melalui telpon hal itu padanya.
“Saya tegaskan, Bapak Budiman bisa katakan minta maaf, tapi tidak hanya di pertemuan ini saja dan melalui WA. Tapi harus disampaikan di media. Saya juga orang Kuranji sangat tersinggung atas hal ini,” tegasnya.
Beberapa kutipan pernyataan Budiman yang dipersoalkan dalam grup tersebut adalah: “Itu salah satu tugas pak Emzalmi sbg wkl wali kota, klu sy kan legislatif sdh nyinyir menyampaikan hanya sp disitu, tp klu saya eksekutif akan sy tutup semua sp lapau2 judi kuranji….Saya digaji untuk ngomong, tp klu pak emzalmi di gaji tuk mengsekusi tempat maksiat termasuk lapau judi di kuranji,” tulis Budiman dalam grup WA tersebut.
“Klu wa ini bkn sbg persahabatan dan diskusi berlapang dada, tapi jadi ajang ancam mengancam buly membully orang yg berbeda pendapat… saya mhn maaf klu ada salah kata dan ucap sekaligus mhn izin keluar, “ungkap Budiman, Senin (14/8) di group WA “Padang Bicara”.
Hadir dalam pertemuan itu tokoh masyarakat Kuranji yang juga anggota DPRD Padang, Zaharman, Muzni Zen, Emnu Azamri, Iswandi Muchtar anggota DPRD Padang yang juga tokoh masyarakat Kuranji serta puluhan warga Kuranji. (baim)






