Sumbar Tambah Rumah Sakit, Kasus Positif Covid-19 Bertambah Jadi 12 Orang
  • Home
  • Berita
  • Sumbar Tambah Rumah Sakit, Kasus Positif Covid-19 Bertambah Jadi 12 Orang

Sumbar Tambah Rumah Sakit, Kasus Positif Covid-19 Bertambah Jadi 12 Orang

 

PADANG – Update data pantauan Corona virus disease (Covid-19) di laman corona.sumbar.go.id, Rabu (1/4/2020) terlihat masih menunjukkan peningkatan. Jumlah kasus terkonfirmasi positif bertambah 1 orang sehingga per hari ini, total kasus terkonfirmasi positif menjadi 12 orang.

Sementara, jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) juga menunjukkan peningkatan. Data yang di-update pada pukul 15.06 Wib itu, ODP sampai hari ini tercatat sebanyak 2.451 orang, naik dari kemarin sebanyak 2.168 orang. Dari jumlah tersebut,  sebanyak 1971 orang masih dalam proses pemantauan sementara jumlah ODP yang selesai pemantauan berjumlah 480 orang.

Sedangkan untuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP), tercatat sebanyak 58 orang, naik dari hari sebelumnya yang hanya 51 orang. Dari jumlah PDP tersebut, 19 orang masih dirawat dan 39 orang sudah pulang dan sehat.

Sedangkan kasus positif terkonfirmasi bertambah 1 orang menjadi 12 orang. Diantaranya 7 orang masih dirawat, 4 orang isolasi dari rumah dan 1 orang meninggal dunia.

Menyikapi perkembangan Covid-19 di Sumatera Barat, pemerintah provinsi berencana menambah rumah sakit rujukan. Saat ini ada dua rumah sakit rujukan yaitu RSUP M Djamil dan RSAM Bukittinggi.

Mengutip publikasi di laman corona.sumbar.go.id, dalam rapat teknis antara Pemprov Sumatera Barat dengan Pemko Padang, disepakati RSUD Dr. Rasyidin dijadikan rumah sakit untuk penanganan Covid-19. Sementara itu, Pemprov juga tengah menyiapkan RSUD Pariaman sebagai rumah sakit rujukan.

RSUD Pariaman diketahui adalah rumah sakit daerah milik Pemprov Sumatera Barat. Sementara RSUD Dr. Rasyidin merupakan milik Pemko Padang.

“Saat ini sedang disiapkan RSUD Pariaman untuk rumah sakit rujukan penanganan Covid-19. Kami berharap Pemko Padang juga menjadikan RSUD Rasyidin sebagai rumah sakit rujukan,” kata Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno dalam publikasi di laman tersebut.

Irwan menyebutkan, langkah penambahan rumah sakit itu sebagai upaya peningkatan penanganan. Mengingat perkembangan kasus terkait Covid-19 di Sumbar masih terjadi peningkatan.

Pemantauan terhadap perkembangan Kasus Covid-19 masih menunjukkan peningkatan. Ada penambahan Orang Dalam Pemantauan (ODP),  Pasien Dalam Pengawasan (PDP)  dan kasus positif Covid-19.

“Ini tentu membutuhkan persiapan rumah sakit sebagai langkah antisipasi. Namun kapasitas RSUD Pariaman juga terbatas sehingga perlu rumah sakit lain untuk mendukung,” ujarnya.

Menurut Walikota Padang dalam pertemuan itu, pihaknya sudah menyiapkan RSUD Dr. Rasyidin. Bahkan, saat ini untuk sementara waktu tidak melayani pasien rawat inap yang bukan Covid-19.

“Pemko Padang saat ini sudah menyiapkan dana sebesar 100 Milyar untuk penanganan Covid-19. Namun masih ada kendala yaitu keterbatasan SDM dan Fasilitas,” ujarnya. */f

Berita Terkait

Leave a Reply