Sumarak Pesisir Selatan 2019 Diawali Prosesi Malakok
  • Home
  • Berita
  • Sumarak Pesisir Selatan 2019 Diawali Prosesi Malakok

Sumarak Pesisir Selatan 2019 Diawali Prosesi Malakok

PAINAN – Perhelatan budaya bertajuk “Sumarak Pesisir Selatan” kembali digelar. Kali ini mengusung tema “Tabang Manumpu Inggok Mancakam”. Dipusatkan di Nagari Lumpo Kecamatan IV Jurai, Sabtu (14/09/2019).

Pembukaan Sumarak Pessel ini dihadiri masyarakat, para ninik mamak dan bundo kanduang serta para camat. Pembukaan ditandai dengan prosesi adat “malakok” atau “tabang manumpu hinggok mancakam”.

Proses malakok secara adat di Minangkabau berarti kesediaan dari suatu kaum bersuku tertentu menerima seseorang atau sekeluarga menjadi bagian dari suku mereka. Misalnya, seseorang diterima dalam kaum bersuku caniago maka dia pun diperlakukan sebagai anak kemenakan dari suku itu dan dipandang sebagai kerabat atau dunsanak.

Prosesi tabang manumpu inggok mancakam dilakukan terhadap Jefri Jamka, duta budaya Kecamatan Lengayang sebagai anak kamanakan kaum Sikumbang Kambang, kepada kaum Sikumbang di bawah Payuang Panji Datuak Rajo Lelo, di Nagari Lumpo.

Prosesi “hinggok manumpu tabang mancakam” diawali dengan penyampaian dan peyerahan anak kamanakannya dari pihak Sikumbang Kambang. Lelo selaku mamak kaum, ke Sikumbang Nagari Lumpo, yang diwakili Datuak Rajo Lelo.

Prosesi tabang manumpu hinggok mancakam dilaksanakan penuh dengan petatah petitih itu, mendapat perhatian dari hadirin, hal ini disebabkan tradisi ini sudah jarang ditemukan salam kehidupan sehari-hari.

Sementara itu, Bupati Hendrajoni, dalam sambutannya mengemukakan, pelaksanaan sumarak Pesisir Selatan dan pemilihan duta budaya sengaja dipusatkan di nagari tidak di hotel atau pusat kota.

Hal ini dimaksudkan agar sumarak Pesisir Selatan dapat membangkitkan nilai nilai budaya yang ada di tengah tengah masyarakat.

Selain itu, lanjutnya, dengan dilaksanakan sumarak Pesisir Selatan, di nagari diharapkan para generasi milenial dapat merasakan budaya minangkabau yang ada di setiap nagari.

” Ke depan kegiatan sumarak Pesisir Selatan, akan diadakan di setiap nagari yang ada di daerah ini secara bergiliran,” kata bupati.

Pemerintah daerah akan terus melestarikan budaya dan tradisi masyarakat yang ada di nagari nagari.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yang diwakili Sekretaris Suhendri, mengatakan sumarak Pesisir Selatan akan berlangsung selama tiga hari dan ditutup Senin (16/9).

Selama acara berlangsung akan diisi dengan pemilihan duta budaya Pessel, prosesi tradisi malamang, festifal randai, ka surau, basilek dan prosesi. Tabang manumpuk inggok mancakam.

Acara peresmian sumarak budaya Pesisir Selatan, diakhiri dengan makan bajamba. (der)

Berita Terkait

Leave a Reply