Sulit Dilalui, Jalan Sempit di Sisi Batang Kuranji, Nanggalo Diperlebar
  • Home
  • Berita
  • Sulit Dilalui, Jalan Sempit di Sisi Batang Kuranji, Nanggalo Diperlebar

Sulit Dilalui, Jalan Sempit di Sisi Batang Kuranji, Nanggalo Diperlebar

PADANG – Jalan inspeksi Batang Kuranji yang berada di ujung jembatan penghubung Kampung Olo – Surau Gadang, Kecamatan Nanggalo, biasanya sulit dilalui. Pengguna kendaraan roda empat sering dibuat gusar bila berpapasan dengan kendaraan lain di ruas jalan sepanjang 100 meter tersebut, karena kondisinya yang sempit.

Kondisi itu sebentar lagi bakal berubah, pengguna jalan akan tersenyum melintasi jalur favorit dari Jalan Gajah Mada menuju Siteba dan sebaliknya itu. Pasalnya, jalan itu dalam pengerjaan pelebaran pada sisi kiri dan kanannya.

“Kami memahami kondisi jalan yang sempit sehingga banyak dikeluhkan masyarakat. Untuk itu kita pergunakan anggaran stimulan kecamatan untuk pelebarannya. Pengerjaannya dilakukan secara swadaya oleh masyarakat,” kata Camat Nanggalo Teddy Antonius saat memantau pengerjaan jalan tersebut di depan Masjid Raya Surau Gadang Nanggalo, Rabu (16/10/2019) petang.

Menurut Teddy, jalan ini memang jalur favorit, sehingga banyak dilalui pengguna jalan setiap harinya. “Sayangnya, kondisinya sempit. Kendaraan roda empat harus melintas bergantian,” kata Teddy.

Dikatakan, lebar jalan yang semula lebih kurang 3 meter dengan penambahan bahu kiri dan kanan, masing-masing satu meter, akan memungkinkan kendaraan roda empat atau jenis mini bus bisa berpapasan. “Namun untuk mekewati jembatan terpaksa harus antri dan bergantian,” imbuhnya.

Camat menyebut, pihaknya juga berkoordinasi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimka) untuk pelebaran jalan tersebut. Danramil dan Kapolsek turut terlibat saat memulai pengerjaan jalan yang dimulai dari persimpangan di depan Masjid Raya Surau Gadang.

“Kami berkoordinasi dengan unsur forkopimka. Bapak Danramil dan anggota polsek setempat turut hadir saat memulai pengerjaannya,”jelas Teddy.

Sementara itu, Nasrul Alex selaku tokoh masyarakat menyebut, perhatian dari kecamatan memang seperti yang diharapkan. “Kami menyampaikan keluhan masyarakat tentang kondisi jalan ini. Camat langsung meresponnya dan mengalokasikan anggaran stimulan untuk penyediaan bahan,” tuturnya.

Nasrul Alex menambahkan, pengecoran jalan dikerjakan dengan partisipasi dari masyarakat. “Masyarakat berpartipasi, baik tenaga maupun waktu dan sumbangsih lainnya,” ulasnya.

Pengerjaan jalan sepanjang 107 meter itu diperkirakan memakan waktu sampai lima hari. “Tergantung pasokan bahannya, bila bahan lancar bisa lebih cepat. Diperkirakan sampai tiga sampai lima hari,” tukasnya.(der)

Berita Terkait

Leave a Reply