AGAM – Kunjungan Suku Maori Te Tairawhiti dari New Zealand, Australia ke Kabupaten Agam, disambut hangat di Kabupaten Agam. Kunjungan ini disambut dengan tradisi Tari Gelombang di rumah dinas Bupati Agam di Lubuk Basung, Senin (6/2).
Kehadiran rombongan suku Maori yang berjumlah delapan orang akan didampingi oleh Strengthened Indonesian Resilience: Reducing Risk from Distarter (StIRRRd) Universitas Gajah Mada (UGM) dan GeoNet Social Science (GNS) untuk studi komparasi kebencanaan.
Rombongan akan berada di Agam selama lima hari untuk melihat ancaman abrasi dan tsunami di Tanjung Mutiara, ancaman longsor di Tanjung Raya, serta letusan gunung di wilayah Agam Timur dalam rangka program Pengurangan Risiko Bencana (PRB).
Bupati Agam Indra Catri menyambut hangat rombongan tersebut, bahkan terjadi dialog dengan menyajikan pantun masing-masing yang diterjemahkan oleh Dr. Megan Collins serta Dr.Ari Pw.
Dr. Megan Collins menjelaskan, potensi risiko bencana di New Zealand hampir mirip dengan Kabupaten Agam. Oleh sebab itu mereka memilih Kabupaten Agam untuk melakukan studi komparasi termasuk mempelajari kearifan lokal (local wisdom) dengan mengunjungi masyarakat adat di beberapa lokasi Kabupaten Agam yang dikunjungi.
Rombongan merasa sangat senang dengan sambutan yang hangat dan memuji sajian ibu-ibu PKK yang diketuai Ny. Vita Indra Catri. Menurut anggota rombongan suku Maori, menunya hanya ada dua yaitu enak dan enak sekali. (fajar)







