
JAKARTA – Indonesia dan Jerman terus berupaya menguatkan kerja sama ekonomi yang kompehensif di sektor industri. Salah satu wujud kolaborasi itu adalah “partner country” pada pelaksanaan Pameran Hannover Messe di ajang pameran teknologi industri ternama di dunia.
Sebanyak 156 peserta dari Indonesia akan berpartisipasi pada pameran tersebut. Terdiri dari berbagai perusahaan industri baik skala besar, kecil, menengah dan start up, kawasan industri, asosiasi industri, BUMN, serta kementerian dan lembaga.
Pameran Hannover Messe akan digelar secara digital pada tanggal 12-16 April 2021. Melalui gelaran Hannover Messe 2021, diharapkan dapat membuka pandangan industri dunia tentang potensi besar Indonesia dalam menjalin kemitraan menuju transformasi industri 4.0 untuk menarik investasi dan memperluas pasar ekspor di sektor industri. Ajang itu sekaligus kesempatan memperkenalkan Roadmap Making Indonesia 4.0 kepada dunia.
Kepala Biro Humas Kementrian Perindustrian (Kemenperin) Republik Indonesia, Ni Nyoman Ambareny menegaskan, bidang kehumasan seluruh satker jajaran Kemenperin agar turut andil mensukseskan Hannover Messe 2021.
“Humas seluruh satker Kemenperin agar turut andil untuk kesuksesan Hannover Messe 202. Baik pusat maupun satker daerah secara virtual,” tegas Ni Nyoman dalam rapat persiapan kegiatan Hannover Messe 2021 di Jakarta, Kamis (1/3/2021).
Lebih lanjut, Ni Nyoman Ambareny mengatakan, tujuan dari kegiatan Hannover Messe 2021 ini yaitunya untuk memajukan transformasi ekonomi / industri Indonesia. Sejalan dengan itu mendorong percepatan pemulihan ekonomi nasional melalui kesepakatan bisnis, kerjasama industri dan investasi.
“Pengelola humas pada seluruh satker harus bisa memberikan informasi – informasi secara masiv terkait kegiatan HM 2021 yang akan digelar secara virtual nanti, ” tandasnya.(der/r)






