SMK SMTI Padang Lantik 216 Lulusan, Menperin: Pendidikan Vokasi Lahirkan Teknisi Terampil
  • Home
  • Berita
  • SMK SMTI Padang Lantik 216 Lulusan, Menperin: Pendidikan Vokasi Lahirkan Teknisi Terampil

SMK SMTI Padang Lantik 216 Lulusan, Menperin: Pendidikan Vokasi Lahirkan Teknisi Terampil

SMK SMTI

PADANG – SMK SMTI Padang kembali melahirkan sumber daya manusia (SDM) yang siap memasuki persaingan global dan berkiprah di dunia usaha dunia industri (DUDI). Sebanyak 216 lulusan sekolah vokasi binaan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Republik Indonesia tersebut dilantik di Gedung Rohana Kudus, Kamis (16/06/2026).

Prosesi pelantikan lulusan tahun ini dilaksanakan serentak dan diisi dengan studium general (kuliah umum) oleh Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita secara virtual. Sebanyak 2.631 lulusan dari sembilan SMK SMTI dan SMK SMAK yang ada di seluruh Indonesia mengikuti prosesi.

Sebagai salah satu sekolah vokasi unggulan milik Kemenperin, lulusan SMK SMTI Padang termasuk yang paling dinantikan dunia industri. Terbukti terjalinnya kemitraan dengan sejumlah perusahaan besar sehingga tahapan rekrutmen sudah dimulai sejak Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Diawali dengan pembinaan melalu kelas khusus seperti yang di lakukan oleh PT Matora Indah Tbk dengan Program Mayora Academy.

Hal itu sejalan dengan komitmen Kementerian Perindustrian untuk terus memperkuat pembangunan SDM industri yang unggul, kompeten, siap kerja, dan berdaya saing global sebagai fondasi dalam mewujudkan visi Indonesia menjadi negara industri maju.

SMTI

Melalui siaran dalam jaringan yang dipancarkan dari SMK SMAK Bogor, Menperin Agus Gumiwang menegaskan, komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan pendidikan vokasi industri pada jenjang SMK-SMAK dan SMK-SMTI yang dirancang sesuai kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.

“Pendidikan vokasi industri merupakan investasi strategis untuk menyiapkan tenaga kerja terampil yang akan menjadi penggerak utama transformasi industri nasional,” tegasnya.

Ia menambahkan, arah pembangunan industri nasional sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat industrialisasi dan hilirisasi dalam negeri. Karena itu, keberadaan SDM industri yang kompeten menjadi faktor penentu keberhasilan transformasi tersebut.

“Tidak ada hilirisasi tanpa laboratorium, dan tidak ada laboratorium tanpa analis. Tidak ada pabrik yang berjalan tanpa teknisi yang terampil. Cita-cita besar menjadikan Indonesia sebagai pusat manufaktur dunia tidak diwujudkan di ruang rapat, tetapi di meja laboratorium dan di lantai produksi. Di sanalah para lulusan SMK SMTI dan SMAK akan mengambil peran penting,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Doddy Rahadi menyampaikan bahwa kualitas lulusan sekolah vokasi Kemenperin telah diakui oleh dunia industri.

“Hingga Juli 2026, sebanyak 1.483 orang atau 63,70 persen dari total 2.369 lulusan telah terserap bekerja di berbagai perusahaan industri. Capaian ini menunjukkan bahwa kompetensi lulusan SMK Kementerian Perindustrian sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri,” kata Doddy.

Menurutnya, BPSDMI akan terus mendampingi lulusan yang masih berada dalam proses pencarian kerja.

“Bagi para lulusan yang masih dalam proses rekrutmen, BPSDMI bersama SMK akan memberikan asistensi selama tiga bulan ke depan untuk pencarian kerja. Selanjutnya, apabila dalam enam bulan masih belum terserap, akan diberikan program penguatan kompetensi spesifik maupun fasilitasi pemagangan guna mempercepat penempatan kerja,” jelas Doddy.

Terpisah, Kepala SMK SMTI Padang, Sylvi mengatakan, serapan lulusan tahun ini cukup signifikan salah satunya karena adanya kerjasama dengan PT Mayora Indah Tbk. Bersama perusahaan besar nasional itu, pihaknya melaksanakan seleksi Mayora Academy untuk pembinaan link & match dengan kebutuhan industri mulai dari PPDB.

“Kerjasama ini wujud komitmen kami mengantarkan siswa menjadi tenaga kerja industri yang kompetitif,” katanya.

Sylvi menjelaskan, hasil seleksi Mayora Academy pada kelulusan 2026 ada sebanyak 53 siswa yang akan langsung ditempatkan bekerja dan jadi karyawan di PT Mayora Indah Tbk. Sedangkan yang masih kelas XI yang akan naik kelas XII ada 86 orang mengikuti program Mayora Academy. Begitu juga di kelas X yang akan naik kelas XI ada 110 orang.

Pada pelantikan lulusan Angkatan ke-58 SINTEGRA’23, sebanyak 216 atau 99,08 persen lulusan resmi dikukuhkan, dengan 100 persen dinyatakan kompeten melalui uji kompetensi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Berdasarkan data penelusuran lulusan hingga hari pelantikan, 60,19 persen lulusan telah terserap, terdiri atas 37,04 persen bekerja di berbagai perusahaan dan 23,15 persen melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, sementara sisanya masih mengikuti proses rekrutmen menunggu umur 18 tahun yang terus dipantau oleh sekolah.

Sebanyak 191 lulusan atau 87.60% tersertifikasi TOEIC. pencapaian assesment TVET 4.0 dengan skor 2,13 yang merupakan capaian terbaik tingkat smk di lingkungan BPSDMI Kemenperin RI.

100 persen lulusan menerima sertifikasi nasional LSP P1 dari BNSP dengan 10 skema teknik kimia industri dan teknik otomasi industri serta sertifikasi HSEQ dari Vapro Belanda.

Capaian tersebut melanjutkan tren positif yang ditunjukkan sekolah dalam menghasilkan lulusan yang siap memasuki dunia industri.

Tingginya serapan lulusan yang konsisten di atas 95 persen menjadi daya tarik utama sekolah ini. Bahkan, pada tahun ajaran 2024/2025, tingkat serapan telah mencapai 81,42 persen sebelum seluruh lulusan memenuhi usia kerja minimum, dan diproyeksikan terserap sepenuhnya dalam beberapa bulan berikutnya.

Menurut Sylvi, seiring meningkatnya animo orang tua untuk menyekolahkan putra-putri mereka di SMTI Padang, pihaknya semakin konsisten meningkatkan sistem pembelajaran sesuai arahan Kemenperin.

“Kualitas lulusan akan terus kita tingkatkan dengan menjalankan pembekalan penguatan kompetensi .melalui sertifikasi, baik nasional maupun internasional,” pungkasnya.

Pada kesempatan itu hadir Perwakilan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan H. Novrial dan pejabat Pemerintah Kota Padang. DU

Berita Terkait

Leave a Reply