
PADANG – Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 2 Padang menyiapkan 100 unit komputer cadangan. Perangkat cadangan itu merupakan sumbangan dari alumni yang disiapkan untuk antisipasi permasalahan teknis dalam pelaksanaan UNBK.
Kepala SMAN 2 Padang Syamsul Bahri mengungkapkan, tahun 2018 ini merupakan pertama kali sekolahnya melaksanaan UNBK.
“Ini tahun pertama SMAN 2 Padang menggelar ujian berbasis komputer. Kami siapkan 100 unit komputer cadangan sumbangan alumni untuk antisipasi masalah teknis yang mungkin terjadi,” jelasnya, Senin (9/4).
Dia menambahkan, tahun 2017 lalu, SMAN 2 Padang masih melaksanakan ujian berbasis kertas dan pensil (UNKP). Untuk itu, karena merupakan yang pertama kali, pihaknya tidak ingin terjadi permasalahan teknis yang akan mengganggu kelancaran UNBK.
Selain meyiapkan komputer cadangan, SMAN 2 Padang juga menyiapkan generator pembangkit listrik dengan daya lumayan besar. Persiapan ini untuk mengantisipasi masalah teknis pasokan listrik dari PLN yang mungkin saja bisa terjadi.
“Gangguan teknis pasokan listrik juga harus diantisipasi dengan menyiapkan generator (genset) agar kalau sewaktu-waktu terjadi gangguan listrik dari PLN, pelaksanaan ujian tidak terkendala,” tukuknya.
Syamsul Bahri menyebutkan, tahun ini UNBK diikuti oleh 287 siswa. Pelaksanaan UNBK dibagi dalam tiga sesi dengan jumlah komputer terpakai 96 unit. Hari pertama UNBK SMA di sekolah ini berjalan cukup lancar tanpa kendala yang berarti. (feb)






