
PADANG – Pandemi COVID -19 menjadi hantu global saat ini. Hal itu memaksa pemerintah mencari solusi untuk mencegahnya.
“Salah satunya, melakukan penyemprotan disinfektan di lingkungan dan menggunakan hand sanitizer untuk melindungi tangan dari penyebaran virus corona,” kata Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah saat meninjau pelatihan kilat membuat disinfektan dan hand sanitizer yang dilaksanakan di ruang laboratorium SMK SMAK Padang, Kamis (19/03/2020).
Sayangnya, produk disinfektan dan hand sanitizer semakin sulit didapatkan. Beruntung siswa SMK SMAK Padang mampu membuat sendiri senyawa kimia tersebut. Ilmu meracik disinfektan dan hand sanitizer tersebut dibagi kepada lurah dan perangkat kecamatan di Kota Padang.
“Alhamdulillah, SMK SMAK Padang telah berbagi ilmu dan berbagi pahala dalam pembuatan hand sanitizer dan disinfektan. Ini langkah kita bersama dalam upaya mengatasi corona,” kata Mahyeldi.
Setelah ini, kata Buya, sapaan Mahyeldi, peserta harus langsung mengaplikasikan ilmunya. Masing – masing kelurahan membuat sendiri sebanyak – banyaknya disinfektan dan hand sanitizer untuk dibagikan ke masyarakat.
“Nanti ilmunya diaplikasikan langsung. Bahan – bahannya disediakan BPBD dan diproduksi sebanyak – banyaknya untuk masyarakat. Gratis,” tegas Mahyeldi.
Sebanyak 150 orang peserta yang terdiri dari lurah dan perangkat kecamatan lainnya mengikuti pelatihan kilat ini. Peserta juga mendapatkan edukasi terkait bahan – bahan kimia dan kegunaannya serta cara penggunaannya.
Kepala SMK SMAK Padang, Nasir juga turun langsung menjadi instruktur. Ia menyebut kegiatan ini sebagai tindak lanjut dari permintaan Walikota Padang.
“Pada pertemuan sehari sebelumnya, Buya, meminta kami mengajarkan ilmu membuat disinfektan dan hand sanitizer untuk seluruh kelurahan. Ini saatnya kita berbagi ilmu dan berbagi kebaikan dalam menghadapi wabah corona yang merebak,” tutur Nasir.
Nasir menjelaskan, SMK SMAK Padang sebagai institusi pendidikan vokasi industri, mencetak SDM kompeten yang siap kerja. Akan tetapi seluruh entitas sekolah di bawah Kementerian Perindustrian ini juga memiliki kepedulian terhadap masalah sosial dan kemanusiaan.
“SMK SMAK Padang role model pendidikan vokasi industri di Indonesia, namun kami kuga memiliki kepedulian sosial dan kemanusiaan,” tukasnya.(der)






