Setelah Diberitakan, Baznas Padang Datangi Marianis
  • Home
  • Berita
  • Setelah Diberitakan, Baznas Padang Datangi Marianis

Setelah Diberitakan, Baznas Padang Datangi Marianis

Marianis dan beberapa anaknya di depan rumah. (baim)
Marianis dan beberapa anaknya di depan rumah. (baim)

PADANG – Pemberitaan berbentuk feature di padangmedia tentang Marianis, Janda Tujuh Anak Hidup Getir di Pinggir Bukit mulai mendapat respon. Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Padang mendatangi rumah Marianis dan sedang mengkordinasikan dengan pihak-pihak terkait untuk melakukan bedah rumah atau renovasi. (baca: https://padangmedia.com/janda-tujuh-anak-hidup-getir-di-pinggir-bukit/

Ketua Baznas Kota Padang Epi Santoso menyampaikan apresiasi terhadap pemberitaan tersebut sehingga pihaknya bisa mengetahui kondisi tentang masyarakat kurang mampu yang perlu mendapat perhatian.

“Kami telah melakukan survei ke tempat tinggal Marianis setelah mengetahuinya dan kami sangat apresiasi terhadap pemberitaan tersebut,” ungkap Epi Santoso saat dihubungi, Jumat (20/5).

Tim Survei Baznas, Firdaus dan Oktarizal, sebutnya telah datang ke rumah Marianis di Jalan Sutan Syahrir Mata Air Kecamatan Padang Selatan seperti alamat yang disebutkan dalam pemberitaan pada Rabu (18/5) kemarin. Tim melakukan pendataan untuk melakukan kajian terhadap kelayakan mendapat bantuan.

Dia menyesalkan kurangnya kordinasi antara RT, RW dan pihak kelurahan serta kecamatan dalam memberikan informasi mengenai masyarakat kurang mampu di wilayahnya. Baznas malah baru mengetahuinya ketika ada pemberitaan di media massa.

“Ini bukan pertama kali terjadi, kami baru mengetahui setelah diberitakan. Masih ada kasus lain seperti di Lubuk Begalung atau di Kurao Pagang tentang janda veteran,” ujarnya.

Persoalan yang masih mengganjal terkait Marianis, katanya, adalah area tempat tinggalnya berada di kawasan rawan longsor. Namun, pada prinsipnya Baznas siap untuk melakukan bedah rumah Marianis atau minimal melakukan renovasi.

“Persoalan ini yang sedang dikoordinasikan dengan pihak kecamatan untuk mencari solusi, prinsipnya Baznas siap melakukan bedah rumah atau melakukan renovasi,” tambahnya.

Epi Santoso berharap, RT RW kelurahan dan kecamatan, agar tanggap terhadap kondisi warganya. Jika ada masyarakat kurang mampu dan dinilai patut mendapat bantuan, segera laporkan ke Baznas supaya cepat ditindaklanjuti. Jangan sampai pengurus RT, RW, kelurahan dan kecamatan tidak mengetahui data penduduk miskin di wilayah kerjanya. (baim)

Berita Terkait

Leave a Reply