
MERAUKE- Pegulat Sumatera Barat (Sumbar) Gilang Ilhaza Fernandes juga berhasil mempersembahkan medali perak di laga Kelas 74 Gaya Bebas kilogram cabang olahraga (cabor) Gulat Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua.
Keberhasilan Gilang meraih medali perak menjadi capaian luar biasa mengingat dia adalah atlet pengganti di tim Gulat Sumbar. Gilang kalah di babak final dalam pertandingan melawan Rachmat Hadi dari Jawa Timur di GOR Futsal Dispora Merauke, Senin (11/10/2021).
“Gilang berhasil meraih medali perak, itu sudah capaian luar biasa karena posisinya sebagai atlet pengganti,” kata Pelatih gulat Sumbar Arnaldi di Merauke.
Gilang mengawal pertarungan menghadapi Heri Padli dari Papua dan menang dengan skor 10-0. Laga kedua, ia berhadapan dengan Amril Dulman dan kembali menang dengan skor 14-4, sehingga mengantarkannya melaju ke babak semi final sebagai juara grup.
Pada babak semi final, Gilang berhadapan dengan Rendy Aditya, pegulat asal Kalimantan Selatan. Dia berhasil memenangi pertarungan dengan skor 12-2.
Kemenangan itu membawa Gilang berhadapan dengan Rachmat Hadi di babak final. Ia akhirnya kalah dan harus puas dengan medali perak sementara Rachmat berhasil memboyong medali emas.
Arnaldi menceritakan, pada babak semi final melawan Rendy Aditya, terjadi persoalan karena Sumbar melakukan protes kepada wasit yang dinilai merugikan.
“Pertandingan sempat terhenti sekitar sepuluh menit, namun kembali dilanjutkan dan Gilang berhasil mengalahkan Rendy Aditya,” ujarnya.
Sedangkan Rendy meraih medali perunggu dengan kemenangan tanpa tanding. Perebutan posisi ketiga itu, Rendy harusnya menghadapi pegulat tuan rumah, Heri Padli namun tidak hadir dalam pertandingan. (*/Febry)






