
PADANG – Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah mengapresiasi Seminar Nasional Mitigasi Bencana yang diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Universitas Bung Hatta. Hal itu disampaikannya sewaktu membuka secara resmi kegiatan yang dilangsungkan di aula Balairung Caraka Kampus Proklamator I Universitas Bung Hatta, Senin (23/10).
Seminar itu mengangkat topik pembangunan tempat evakuasi sementara (shelter) di Sumatera Barat, khususnya Kota Padang.
“Seminar ini penting dan tepat dilakukan,” sebut Walikota.
Melalui seminar itu, ia berharap di samping menambah wawasan juga meningkatkan upaya mitigasi bencana, khususnya di Padang. Sebagai pintu gerbang Sumatera Barat, Padang termasuk kawasan rawan gempa bumi disebabkan letaknya di pantai barat Sumatera yang secara tektonik berada berdekatan dengan zona subduksi.
“Maka itu, Pemko Padang bersama pihak terkait terus berupaya melakukan mitigasi bencana. Di antaranya, memberikan ‘safety’ serta menyiapkan masyarakat yang cerdas bencana. Semoga seminar ini akan menghasilkan upaya-upaya baru untuk penguatan mitigasi bencana bagi Kota Padang ke depan. Tentu kita harus berdoa dan berharap agar tak terjadi bencana seperti dan gempa dan lainnya di kota ini. Tapi kita perlu siaga dan berupaya meminimalisir dampak yang terjadi di setiap bencana,” harapnya.
Menurut Wako, Pemko Padang saat ini ingin menjadikan Padang sebagai kota terdepan mewakili Indonesia dalam mitigasi bencana untuk Indonesian Indian Ocean Rim Association. Untuk itu, Pemko Padang tengah menyiapkan rencana kerjasama dengan beberapa negara. Di antaranya bersama New Zealand, Jepang dan China. Ketiga negara itu sudah menyatakan siap dan Pemko akan menindaklanjuti proses kerja sama tersebut.
“Alhamdulillah, dalam mitigasi bencana di Padang, kita sudah membuat Peraturan Daerah (Perda) tentang bangunan, membangun shelter, jalur evakuasi dan menyosialisasikan kebencanaan ke seluruh elemen masyarakat,” tandasnya. (rin/*)





