JAKARTA- Sektor pertanian dan industri pengolahan menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi di wilayah Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) pada kuartal pertama tahun 2025. Sumbagut mengalami pertumbuhan ekonomi di bawah nasional, dan tren itu sudah terlihat sejak tahun 2018.
Kepala Perwakilan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sumatera Utara selaku Koordinator OJK wilayah Sumbagut Khoirul Muttaqien dalam media gathering di Jakarta, Senin (4/8/2025).
“Pada kuartal pertama tahun ini sektor paling berkontribusi pada pertumbuhan adalah industri pengolahan dan pertanian, sementara dari sisi pengeluaran peranan konsumsi rumah tangga, PMTB dan ekspor masih dominan dalam struktur perekonomian Sumbagut,” kata Muttaqien.
Dia memaparkan, dengan share sebesar 24,03 persen per sektor usaha, pertanian, kehutanan, dan perikanan tumbuh sebesar 4,53 persen dan memberikan kontribusi pada pertumbuhan sebesar 1,03 persen year on year (yoy). Sedangkan industri pengolahan dengan share sebesar 22,90 persen tumbuh sebesar 5,54 persen dan memberikan kontribusi sebesar 1,27 persen (yoy).
Sedangkan dari sisi ekonomi per pengeluaran, konsumsi rumah tangga dengan share sebesar 44,40 persen tumbuh sebesar 4,80 persen dengan kontribusi 2,13 persen (yoy). Nett Ekspor dengan share 19,73 persen tumbuh sebesar 16,45 persen dengan kontribusi 2,85 persen (yoy).
“Konsumsi pemerintah dengan share sebesar 4,84 persen memberikan kontribusi 0,23 persen dan PMTB dengan share 30,38 persen memberikan kontribusi sebesar 0,39 persen (yoy),” terangnya.
Dia menyebutkan, dari lima provinsi dalam wilayah kerja OJK Sumbagut, Kepulauan Riau memimpin pertumbuhan regional diikuti Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau dan Aceh. Industri pengolahan merupakan penggerak utama pertumbuhan ekonomi di Kepulauan Riau dan Riau sementara sektor pertanian menjadi penggerak utama di Provinsi Sumatera Utara, Sumatera Barat dan Aceh.
Dia merinci, Provinsi Sumatera Utara pada kuartal pertama 2025 mengalami pertumbuhan 4,67 persen (yoy). Pertanian dengan share 25,46 persen mengalami pertumbuhan 4,70 persen (yoy). Pertumbuhan tertinggi adalah pada sektor transportasi dan pergudangan yaitu 12,1 persen (yoy).
Selanjutnya Provinsi Aceh tumbuh sebesar 4,60 persen pada kuartal pertama tahun 2025 ditopang sektor pertanian dengan share 32,52 persen. Beberapa daerah di Aceh seperti Aceh Barat mencatat pertumbuhan sangat tinggil, 13,62 persen (yoy). Pertumbuhan didorong pertanian dari komoditi Kopi Gayo, Sawit dan Kakao serta perdagangan.
Provinsi Sumatera Barat pada kuartal pertama mengalami laju pertumbuhan sebesar 4,66 persen (yoy) didorong oleh sektor pertanian dengan share 22,43 persen, tumbuh 6,45 persen (yoy) dan perdagangan besar dan eceran. Sumatera Barat mengandalkan ekonomi berbasis UMKM dan perdagangan.
Provinsi Riau mengalami laju pertumbuhan 4,65 persen (yoy) ditopang oleh industri pengolahan dan pertanian. Industri pengolahan dengan share 29,29 persen mengalami laju pertumbuhan 5,23 persen (yoy). Sedangkan pertanian dengan share 27,84 persen mengalami laju pertumbuhan 5,15 persen (yoy).
Sementara Kepulauan Riau mengalami laju pertumbuhan sebesar 5,16 persen (yoy) pada kuartal pertama tahun 2025. Pertumbuhan tertinggi didorong oleh industri pengolahan dengan share 42,51 persen tumbuh 7,30 persen serta perdagangan. Sektor akomodasi meningkat arena pemulihan wisatawan di Bintan dan Batam.
Media Gathering OJK wilayah Sumbagut memboyong 50 wartawan dari lima provinsi ke Jakarta dan dilaksanakan mulai tanggal 4 sampai tanggal 6 Agustus 2025. Masing-masing provinsi membawa 10 orang wartawan, bertujuan untuk meningkatkan kemitraan OJK dengan media massa dalam rangka penguatan upaya edukasi masyarakat untuk literasi dan inklusi keuangan. F







