
MENTAWAI – Plt. Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kepulauan Mentawai, Syaiful Jannah menyampaikan, revolusi mental bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) harus menjadi Gerakan Nasional sebagai usaha untuk meningkatkan daya saing bangsa. Revolusi Mental yang digagas pemerintahan Joko Widodo – Jusuf Kalla bisa diibaratkan piranti lunak atau brain power dalam komputer untuk menggerakan piranti keras lainnya.
“Dengan revolusi mental ini kita sangat terbantu dalam membentuk mental aparatur di daerah,” ungkap Syaful jannah kepada padangmedia.com, Selasa (15/11).
Syaiful mengatakan, revolusi mental merupakan wujud untuk melakukan perubahan dan membentuk mental para aparatur negara sipil untuk menjadi lebih baik. Upaya untuk membumikan gerakan Revolusi Mental di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) khususnya di Kabupaten Kepulauan Mentawai bisa dilakukan dengan penanaman nilai serta peningkatan kompetensi ASN. Selain itu, kata syaiful, yang harus dirobah adalah pola pikir dan karakter posistif.
“Hal ini penting untuk menunjang fungsi pelayanan publik kepada masyarakat serta perumusan kebijakan pembangunan di masa akan datang. Tentu untuk pegawai ASN hal itu dilakukan melalui pelatihan,” tukasnya.
Sementara, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Oreste Sakeore mengatakan, ASN merupakan tulang punggung birokrasi. Birokrasi yang kuat akan bekerja efektif untuk membuat semua program pemerintah berjalan dengan baik. Karena itu, ASN harus melaksanakan amanah yang diemban dengan orientasi berpikir yang benar dan tepat. Demikian pula dalam hal bersikap.
“Itulah peran revolusi mental. Revolusi mental akan menghilangkan sifat-sifat, karakter dan kepribadian yang tidak tepat, tidak cocok dan bukan zamannya lagi,” jelasnya. (ers)





