
PADANG – Tercatat 7.383 Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang tersebar di 6 kelurahan se-Kecamatan Nanggalo. Jumlah itu menunjukkan potensi besar kecamatan ini untuk menjadi sentra UMKM Kota Padang.
Camat Nanggalo Teddy Antonius mengatakan, pembinaan terhadap UMKM tersebut saat ini lebih dioptimalkan. Hal itu menyusul adanya dukungan dari berbagai pihak, terutama Pemko Padang melalui dinas terkait.
“Upaya pembinaan UMKM sendiri tidak jarang juga kami inisiasi dengan menghadirkan narasumber serta melakukan fasilitasi dan advokasi untuk mereka,” kata Teddy Antonius di sela kegiatannya, Rabu (16/10/2019).
Sampai September 2019, kata Teddy, sudah 760 UMKM yang dibina secara efektif. UMKM tersebut bergerak dalam berbagai usaha, seperti produksi makanan kering, usaha kerajinan, menjahit, beternak dan budi daya.
“Ke depan pelaku UMKM diharapkan mampu mengembangkan usahanya sehingga memenuhi standar pasar dan mendapatkan peluang yang bagus dalam pemasaran,” ulasnya.
Adapun pembinaan yang diberikan seperti penguatan modal, manajemen lembaga usaha, packaging dan pemasaran. “Selanjutnya nanti UMKM didorong untuk lebih inovatif dan kreatif dalam mengembangkan produk usahanya. Diharapkan akan membantu menggenjot tumbuhnya ekonomi masyarakat, mencetak wirausahawan baru serta mendukung program Pemko Padang dalam sektor industri, priwisata, perdagangan,” tukas Teddy.
Menurut Teddy, di Pagang Berseri juga terdapat UMKM yang bergerak dalam produksi kue kering berupa rakik maco, rakik kacang dan lainnya. Rencananya UMKM yang ada di Pagang Berseri ini nanti bisa menjadi ikon dari UMKM di Nanggalo.
“Kami ingin UMKM di Pagang Berseri menjadi ikon produk di Nanggalo nantinya. Jika perlu di kampung ini dipusatkan produk-produk UMKM sekaligus jadi sentra di Kota Padang,” ujarnya.
Kilas balik sebelumnya, Camat Teddy Antonius sukses membangun kawasan tertinggal di kecamatannya melalui program Kampung KB dan program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku). Kurang dari dua tahun, kampung bernama Pagang Dalam di Kelurahan Kurao Pagang diantarkan menjadi Kampung Pagang Berseri. Alhasil, kawasan itu sekarang seratus delapan puluh derajat berubah, baik infrastrukturnya maupun kehidupan sosial ekonomi masyarakatnya.
“Semua itu bukan karena saya sendiri, melainkan karena partisipasi dan swadaya masyarakat yang tinggi. Begitu juga dalam mewujudkan sentra UMKM, tentunya perlu dukungan masyarakat terutama pelaku UMKM sendiri,” imbuhnya merendah.(der)






