
TUAPEIJAT – Satuan Resere Narkoba Polres Mentawai mengamankan minuman keras jenis tuak suling sebanyak 26 botol aqua kemasan 600 ml dan satu jeriken 5 liter di Km. 0 Tuapeijat Kecamatan Sipora Utara Kabupaten Kepulauan Mentawai.
Kasat Reserse Narkoba Polres Mentawai, Iptu. Freddy.J. Nababan mengatakan, penangkapan berawal dari laporan masyarakat setempat bahwa salah seorang warga memperjualbelikan minuman keras jenis tuak suling. Diketahui pemiliknya bernama Kadirman gafu yang biasa dipanggil Pak Botak.
Petugas berhasil mengamankan barang bukti. Untuk sementara akan dilakukan proses pemeriksaan dan akan dikoordinasikan ke pihak BPOM untuk mengetahui kandungan apa saja yang terdapat dalam minuman keras jenis tuak suling tersebut.
“Saat ini kita menunggu hasil dari pemeriksaan BPOM dulu. Kalau diketahui hasil alkohol tuak suling tersebut tinggi, maka akan diproses secara hukum,” ujar Hendri Yahya kepada padangmedia.com, Rabu (18/4).
Di tempat terpisah, Kapolres Mentawai, AKBP. Hendri Yahya menyebutkan, minuman keras jenis tuak suling yang diamankan tersebut dalam rangka operasi cipta kondisi yang merupakan kegiatan rutin di wilayah hukum Polres Mentawai.
Selain itu, operasi juga untuk meminimalisir supaya tidak ada yang menjual minuman keras pada pelaksanaan hari besar seperti menyambut bulan suci Ramadhan, Idul Fitri, Hari raya Natal dan Tahun baru.
Dikatakan, Operasi Cipta Kondisi terus dilakukan selama perayaan hari besar dengan melakukan razia sembako di setiap kedai, aksi-aksi premanisme, ungal-ugalan di jalan, masyarakat yang memakai knalpot cempreng dan aksi buruh yang melakukan kegiatan-kegiatan pungli.
“Ini sebagai bentuk antisipasi menghadapi setiap hari besar. Hal demikian sesuai intruksi Kapolri apabila masih ada beredar minuman keras di wilayahnya, maka pimpinan Polres akan di copot dari jabatannya. Inilah bentuk tantangan kami,” kata Hendri Yahya.
Ia menyebutkan, kalau masih ada yang mengedarkan minuman keras di wilayah Mentawai, maka akan dikenakan pada undang-undang Konsumen dan undang-undang kesehatan. Namun pada prinsipnya, petugas fleksibel dalam hal ini, karena Mentawai merupakan daerah beragam suku agama, tukasnya. (ers)






