
SAWAHLUNTO – Pemerintah Kota Sawahlunto meluncurkan aplikasi penjualan dalam jaringan (daring/ online). Platform marketplace itu disediakan bagi perluasan jangkauan pemasaran produk UMKM di daerah itu.
Aplikasi daring bernama kakodai.com itu digagas oleh Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda), diluncurkan Rabu (1/7/2020) oleh Wali Kota Sawahlunto Deri Asta.
Deri Asta mengapresiasi inovasi Dekranasda Kota Sawahlunto yang membangun aplikasi kakodai.com. Dia berharap, melalui aplikasi itu, jangkauan pemasaran produk UMKM dari Kota Sawahlunto menjadi semakin luas.
“Dengan masuknya sistem penjualan ke ruang digital, jangkauan pemasaran akan semakin luas dan tentu akan berdampak kepada peningkatan penjualan,” kata Deri.
Dia mengingatkan, pelaku UMKM di Kota Sawahlunto yang memanfaatkan pasar digital itu untuk menjaga kualitas produk. Dia meminta dinas terkait untuk membantu para pelaku UMKM.
Ketua Dekranasda Kota Sawahlunto, Neldaswenti Zohirin menyebutkan, tujuan dari dibangunnya aplikasi tersebut adalah untuk membantu penjualan produk yang dihasilkan pelaku UMKM di Kota Sawahlunto.
Momentum meningkatnya pemanfaatan ruang belanja secara daring dalam masa pandemi Covid-19, adalah waktu yang tepat bagi Dekranasda Kota Sawahlunto menggagas aplikasi tersebut.
“Peningkatan pemanfaatan ruang digital di masa pandemi ini harus ditangkap sebagai peluang. Sehingga, Dekranasda menggagas membangun aplikasi untuk membantu pemasaran produk UMKM,” paparnya.
Dia menyebutkan, untuk tahap awal sudah ada 11 pelaku UMKM yang bergabung memanfaatkan aplikasi penjualan tersebut. Dalam waktu dekat, ada sekitat 40 pelaku usaha kecil lainnya yang akan bergabung.*
Reporter: Tumpak
Editor: Febry






