
PADANG – “Biduak lalu kiambang batauik” adalah ungkapan orang Minangkabau yang jamak diserukan untuk merangkul kembali dua orang atau beberapa pihak yang sempat bertikai, berselisih paham atau berbeda pandangan sebelumnya. Ungkapan ini pula yang kembali disuarakan salah seorang anak Nagari Pauh IX, Kecamatan Kuranji, Khalil Chaniago usai Pilkada Padang 27 Juli 2018 lalu.
“Pilkada sudah usai. Kita tidak boleh terpecah belah karena berbeda pilihan. Selaku anak Nagari Pauh IX, Kecamatan Kuranji, saya menyerukan agar kita kembali merajut kekompakan,” kata Khalil di kediamannya, Sungai Sapih Kuranji, Jumat (20/7/2018).
Menurut Khalil, perbedaan dukungan dan pilihan dalam pilkada sesuatu yang jamak dalam alam demokrasi, namun tujuannya pasti untuk kebaikan bersama.
“Seiring ditetapkannya hasil Pilkada dengan terpilihnya walikota dan wakil walikota berarti yang menjadi fokus ke depan adalah membangun daerah,” katanya.
Khalil berniat menghelat acara silaturrahim bersama masyarakat sekitar Sungai Sapih dan mengundang juga beberapa tokoh masyarakat Kota Padang. Istimewanya, Khalil mengundang Walikota dan Wakil Walikota Padang terpilih, Mahyeldi Ansharullah – Hendri Septa, beserta istri.
“Kita undang sejumlah tokoh masyarakat baik yang mendukung Mahyeldi atau bukan. Alek (perhelatan) ini adalah alek kita semua untuk menyatukan kembali pandangan tentang pembangunan Kota Padang,” ujar Khalil yang dikenal humoris.
Tokoh muda Kuranji ini bermaksud akan mandabaih jawi (memotong seekor sapi) yang nantinya dimasak bersama untu bersantap bersama atau basilanjuang dalam istilah Minang.
“Saya akan mandabiah jawi untuk basilanjuang bersama warga dan pak wako dan pak wawako terpilih,” tuturnya. (der)






