AGAM – Dinas Kesehatan Kabupaten Agam, Sumatera Barat melakukan pengasapan atau fogging untuk mencegah penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) yang tersebar di 16 kecamatan semenjak sepekan terakhir. Namun, fogging hanya bisa membunuh nyamuk dewasa. Sementara untuk jentiknya, pemerintah berharap warga melakukan pencegahan sendiri dengan melakukan gerakan 3 M Plus agar mata rantai penyakit DBD itu terputus.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Agam Indra Rusli, Rabu (12/10) mengatakan, sudah banyak masyarakat di Kabupaten Agam yang terserang penyakit DBD. Berdasarkan laporan setiap puskesmas sejak awal tahun 2016, kasus DBD di Kabupaten Agam tercatat sebanyak 410 orang. Jumlah itu tersebar di Puskesmas Lubuk Basung sebanyak 152 orang, Puskesmas Pakan Kamis sebanyak 74 orang, Puskesmas Matur sebanyak 35 orang, Puskesmas Bawan sebanyak 34 orang dan Puskesmas Koto Alam sebanyak 26 orang.
Lalu, Puskesmas Padang Tarok sebanyak 16 orang, Puskesmas Baso sebanyak 10 orang, Puskesmas Biaro sebanyak 11 orang, Puskesmas Lasi sebanyak 13 orang, Puskesmas Kapau sebanyak 1 orang, Puskesmas Sungai Pua sebanyak 1 orang, Puskesmas Padang Luar sebanyak 8 orang, Pusekesmas IV Koto sebanyak 5 orang dan Puskesmas Malalak sebanyak 2 orang.
Kemudian, Puskesmas Maninjau sebanyak 7 orang, Puskesmas Palembayan sebanyak 6 orang, Puskesmas Pasar Balai Ahad sebanyak 6 orang dan Puskesmas Manggopoh sebanyak 2 orang.
“Untuk lima puskesmas seperti Puskesmas Magek, Puskesmas Palupuh, Puskesmas Tiku, Puskesmas Batu Kambing dan Puskesmas Muaro Putuih tidak ada laporan terjadinya penyebaran penyakit DBD,” katanya di Lubuk Basung.
Selama Januari sampai September 2016, Dinas Kesehatan telah melakukan 23 kali fogging di Kabupaten Agam. “Sebelumnya, pada beberapa hari terakhir kami juga telah melakukan fogging di Kecamatan Lubuk Basung dan Kecamatan Baso,” katanya.
Dalam melakukan fogging, ada mekanisme yang harus dilakukan, yakni dimulai dari adanya laporan dari bidan setempat telah terjadinya penyebaran DBD kepada puskesmas. Kemudian ditindaklanjuti ke Dinas Kesehatan dengan menurunkan petugas melakukan survai ke lapangan sebelum melakukan fogging.
“Lebih baik kita melakukan pencegahan sedini mungkin,” ujarnya. (fajar)






