JAKARTA – Bank Indonesia memandang bahwa kepercayaan pelaku ekonomi terhadap pemerintah akan terbangun lebih kuat apabila pihak-pihak terkait terus menjaga kedisiplinan dalam mengelola kebijakan fiskal dan moneter serta terus menjaga konsistensi kebijakan reformasi struktural. Dari sisi sumber pembiayaan, program pengampunan pajak menjadi momentum yang kuat untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, dan menjadi modal penting untuk memperluas ruang fiskal secara sehat.
Hal itu diungkapkan Gubernur Bank Indonesia Agus D Martowardoyo dalam pertemuan tahunan Bank Indonesia yang dihadiri oleh Presiden RI Joko Widodo, Selasa (22/11). Dia menambahkan, perkembangan ekonomi digital yang pesat dan sehat sangat diperlukan untuk mendukung kegiatan ekonomi digital yang lebih merata, seperti pada aktivitas e-commerce dan financial technology.
“Program pengampunan pajak (tax amnesty) menjadi momentum yang kuat untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. perkembangan ekonomi digital yang pesat dan sehat juga diperlukan untuk mendukung ekonomi digital yang lebih merata,” katanya dalam siaran pers BI Selasa (22/11).
Agus menyatakan, saat ini, perekonomian Indonesia masih banyak menghadapi tantangan, baik dari sisi eksternal maupun domestik. Masalah struktural pada perekonomian global, yang penyelesaiannya memerlukan waktu, perlu diantisipasi. Resiliensi ekonomi domestik pun harus semakin dioptimalkan.
Untuk itu, Agus menegaskan pentingnya tiga fungsi dasar kebijakan publik, yaitu fungsi stabilisasi sebagai dasar pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, fungsi alokasi untuk menjamin penggunaan berbagai sumber daya sesuai prioritas dan efisien, dan fungsi distribusi untuk pemerataan hasil-hasil pembangunan.
Dalam menjalankan fungsi tersebut, prinsip sinergi menjadi salah satu hal yang perlu dipedomani. Kebijakan yang dikeluarkan harus harmonis dan terintegrasi antar pemangku kebijakan, baik di pusat maupun daerah.
“Mengingat hal tersebut, Bank Indonesia senantiasa berusaha mengoptimalkan bauran kebijakan untuk memperkuat stabilitas ekonomi, yang selanjutnya akan menopang fungsi alokasi dan fungsi distribusi,” lanjutnya.
Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2016 mengambil tema “Mengoptimalkan Potensi, Memperkuat Resiliensi”. Pertemuan tahunan tersebut dihadiri pula oleh pimpinan lembaga negara, menteri kabinet kerja, pimpinan lembaga pemerintah, pimpinan DPR-RI, para gubernur kepala daerah, pimpinan perbankan dan korporasi nonbank, akademisi, pengamat ekonomi, serta perwakilan sejumlah lembaga internasional. (feb)






