Pemerintah Umumkan Update Terbaru Perkembangan Kasus COVID-19
  • Home
  • Berita
  • Pemerintah Umumkan Update Terbaru Perkembangan Kasus COVID-19

Pemerintah Umumkan Update Terbaru Perkembangan Kasus COVID-19

Live streaming Gugus tugas percepatan penanganan COVID-19 BNPB. Juru Bicara Pemerintah Achmad Yurianto memberikan keterangan pers terkait update perkembangan kasus COVID-19. (Poto: screenshoot live streaming)

JAKARTA – Juru bicara pemerintah, Achmad Yurianto mengumumkan update terkini perkembangan kasus pandemi virus corona (COVID-19) di Indonesia, Kamis (19/3/2020). Achmad Yurianto mengumumkan hal itu melalui live streaming Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 di kanal Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pukul 15.30 Wib.

“Perkembangan kasus baru yang terkonfirmasi positif kita dapatkan terhitung sejak pukul 18.00 Wib kemarin sampai hari ini pukul 12.00 Wib,” kata Achmad Yurianto.

Yurianto menyebut, ada penambahan kasus baru di beberapa daerah yang sudah terkonfirmasi. Kasus terbaru tertinggi di DKI Jakarta sebanyak 52 kasus sehingga total kasus di DKI sebanyak 210 orang.

Kemudian, Provinsi Banten terkonfirmasi 10 kasus sehingga akumulasi menjadi 27 orang. Provinsi Bali tidak terjadi penambahan tetapi masih menangani 1 kasus yang kemarin. Daerah Istimewa Yogyakarta penambahan 2 kasus baru sehingga akumulasi menjadi 5 orang.

Selanjutnya Jawa Barat dengan 2 kasus sehingga akumulasi 26 orang. Jawa Tengah 4 kasus baru sehingga akumulasi 12 orang. Jawa Timur 1 kasus baru sehingga akumulasi 9 orang.

Selanjutnya, Kalimantan Barat tetap 2 orang, Kalimantan Timur bertambah 2 menjadi 3 orang. Kepulauan Riau juga bertambah 2 kasus sehingga akumulasi menjadi 3 orang.

Sulawesi Utara tetap 1 kasus, Sumatera Utara bertambah 1 sehingga akumulasi menjadi 2 orang. Sulawesi Tenggara ditemukan 3 kasus baru, dan Sulawesi Selatan 2 kasus baru. Provinsi Lampung 1 kasus, Provinsi Riu 1 kasus baru sehingga total 2 kasus.

“Total kasus pada hari ini adalah 309 orang,” ujarnya.

Yurianto menambahkan, dari jumlah keseluruhan maka ada kasus yang sudah dua kali diperiksa negatif dan dinyatakan sembuh. Untuk DKI Jakarta, 4 pasien dinyatakan sembuh, total pasien sembuh menjadi 15 orang.

Kemudian untuk jumlah kasus yang meninggal. Ada penambahan kasus meninggal dunia 5 orang sehingga total 17 orang. Jawa Tengah ada penambahan kasus meninggal 1 menjadi 3 kasus. Provinsi Bali 1 orang, Banten 1 orang, Sumut 1 orang.

“Maka total kematian adalah 25 persen. Total kematian 25 persen ini adalah sekitar 8 persen dari total kasus yang dirawat,” kata Yurianto.

Dia menerangkan, angka tersebut memang masih tinggi tetapi masih dinamis. Angka kasus baru bisa saja meningkat dengan cepat, namun dia berharap mudah-mudahan tidak ada lagi kasus meninggal.

“Artinya persentase ini adalah posisi hari ini, dan angka ini akan dinamis dan setiap saat bisa berubah,” ujarnya.

Dia menyebut, pada kasus meninggal rata – rata pada rentang usia sekitar 45 sampai 65 tahun. Ada satu kasus yang meninggal pada usia 37 tahun.

“Kalau kita perhatikan faktor lain, hampir seluruhnya memiliki penyakit pendahulu seperti hipertensi, jantung koronis. beberapa diantaranya adalah penyakit paru obstruktif,” bebernya.

Masih dalam kesempatan yang sama, Achmad Yurianto menegaskan, melakukan upaya pencegahan merupakan langkah utama yang harus dilakukan. Daripada sekedar menunggu vaksin atau anti virus corona.

“Upaya untuk menghentikan penyebaran ini menjadi lebih penting daripada sekedar menunggu ditemukannya vaksin yang definitif,” katanya.

Dia memaparkan, beberapa hal yang harus dilakukan, antara lain siapapun yang menderita batuk atau influenza harus mengenakan masker. Untuk menghindari percikan lendir dari yang bersangkutan kepada orang sekitar.

Kemudian, hendaknya mengatur jarak antar orang agar kemungkinan tertular bisa diminimalisir. Hendaknya menghindari pertemuan yang melibatkan banyak orang. “Social Discanting hendaknya diimplementasikan sebagai salah satu upaya pencegahan penyebaran virus,” sebutnya.

Selanjutnya, Yurianto menyampaikan anjuran penerapan pola hidup bersih dan sehat (PHBS). Mencuci tangan dengan sabun pada air yang mengalir. “Hendaknya pola ini menjadi budaya,” tukasnya. (f)

Berita Terkait

Leave a Reply