PAINAN- Pemerintah Nagari Tanjung Durian, Kecamatan Bayang, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), melaksanakan gotong royong untuk membersihkan dan memperbaiki jalan alternatif yang menghubungkan Pasar Baru Tanjung Durian dengan kawasan pertanian serta akses menuju Sekolah Dasar Luar Biasa (SDLB), Sabtu (1/8/2026).
Kegiatan itu dipimpin oleh Penjabat (Pj) Wali Nagari Tanjung Durian, Emrialdi, dan diikuti oleh Badan Musyawarah (Bamus) Nagari, perangkat nagari, Bhabinkamtibmas, serta masyarakat setempat. Emrialdi mengungkapkan, gotong royong tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian bersama dalam menjaga akses jalan agar tetap aman dan nyaman digunakan.
“Jalan alternatif tersebut memiliki peran penting karena menjadi jalur menuju lahan pertanian masyarakat sekaligus akses bagi guru, siswa, dan warga yang beraktivitas menuju SDLB. Saat ini kondisi jalan yang mulai ditumbuhi semak dan mengalami kerusakan ringan mendorong pemerintah nagari bersama masyarakat untuk melakukan pembersihan dan perbaikan secara swadaya,” ujarnya.
Emrialdi mengatakan, semangat gotong royong merupakan budaya yang harus terus dipelihara sebagai bentuk kebersamaan dalam membangun nagari.
“Gotong royong adalah kekuatan utama masyarakat kita. Melalui kebersamaan ini, pekerjaan yang berat menjadi ringan. Jalan ini merupakan akses penting bagi masyarakat, baik untuk kegiatan menuju pertanian maupun menuju SDLB. Karena itu, kita berkewajiban menjaganya agar tetap layak dilalui,” ujarnya.
Ia mengucapkan terima kasih kepada Bamus, perangkat nagari, Bhabinkamtibmas, dan seluruh masyarakat yang telah meluangkan waktu dan tenaga demi kepentingan bersama.
“Kami berharap budaya gotong royong dapat terus dilestarikan sebagai wujud kepedulian terhadap pembangunan dan pemeliharaan fasilitas umum demi kesejahteraan masyarakat,” harapnya.
Salah seorang tokoh masyarakat sekaligus Ninik Mamak Nagari Tanjung Durian, Fuadi Dt. Putih, menyampaikan mengapresiasi atas pelaksanaan gotong royong yang melibatkan pemerintah nagari dan masyarakat.
“Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini, karena jalan alternatif ini merupakan akses penting bagi masyarakat terutama untuk menuju lahan pertanian dan SDLB. Saya juga berharap kegiatan seperti ini terus dilakukan agar budaya gotong royong terus terjaga dan fasilitas umum di nagari selalu terpelihara,” ungkapnya. MIL






