Pelatihan Akrilik dan Rajutan; Geliatkan Kampung Tematik Berbasis Ekonomi Kreatif
  • Home
  • Berita
  • Pelatihan Akrilik dan Rajutan; Geliatkan Kampung Tematik Berbasis Ekonomi Kreatif

Pelatihan Akrilik dan Rajutan; Geliatkan Kampung Tematik Berbasis Ekonomi Kreatif

Image

PADANG – Dinas Pariwisata Kota Padang mengadakan pelatihan bagi pelaku ekonomi kreatif sub kriya, rajutan dan merangkai akrilik. Peserta pelatihan sebanyak 30 orang merupakan para pemula yang berasal dari Kelurahan Ulak Karang Selatan, Kecamatan Padang Utara.

Menurut Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Kota Padang,  Andi Amir, mereka yang dilatih merupakan kelompok pengrajin rajutan dan akrilik. Kelompok itu nantinya akan mengembangkan usaha merajut dan merangkai akrilik di lingkungan kampung tematik.

“Eksistensi kelompok pengrajin rajutan dan akrilik itu nantinya akan menjadi primadona kampung tematik atau kampung kreatif. Bukan tidak mungkin tempat mereka nantinya menjadi destinasi belanja bagi wisatawan, ” kata Andi Amir di sela pelatihan yang diadakan di Gedung Balai Diklat Koperasi Sumatera Barat baru – baru ini.

Andi Amir menambahkan, pelatihan ini bertujuan meningkatkan kualitas produk dan mendorong para pelaku untuk lebih berinovasi. Dengan demikian akan meningkatkan minat konsumen sekaligus memperluas pasar dari produk mereka.

“Tujuan dari pelatihan ini adalah untuk meningkatkan kemampuan berkreasi dan inovasi bagi para pelaku rajutan dan akrilik sehingga produknya berkualitas,” ujarnya.

Lebih lanjut dijelaskan, peserta pelatihan memang terdiri dari ibu-ibu pelaku kriya rajutan seperti tas dan dompet serta merangkai akrilik menjadi konektor masker, tas dan barang fasyen lainnya. Semua peserta berasal dari Ulak Karang Selatan Kecamatan Padang Utara, yaitu kelurahan yang telah diusulkan menjadi kampung tematik.

“Seperti kita ketahui, Kecamatan Padang Utara telah mengusulkan kampung tematik yakni kampung tas rajutan dan tas akrilik. Dinas Pariwisata siap mendukung program itu dengan pelatihan-pelatihan peningkatan SDM pelakunya,” jelas mantan Lurah Rawang tersebut.

Usai pelatihan, Dinas Pariwisata akan membuatkan kelompok ekonomi kreatif sub kriya. Hal itu untuk pembinaan-pembinaan lebih lanjut.

“Selanjutnya aa dibentuk kelompok dan diberikan jugal pelatihan digitalisasi dan branding produk ekonomi kreatif,”ulasnya. (d)

Berita Terkait

Leave a Reply