
PADANG – Pawai telong-telong pada malam perayaan hari jadi Kota Padang ke-350 kembali membuat semarak Pantai Cimpago, Selasa (06/08/2019).
Pawai diikuti ribuan orang dari seluruh wilayah kecamatan di Kota Padang dengan membawa obor dan lelampuan. Hadir di panggung utama, Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah dan Wakil Walikota Hendri Septa, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pihak swasta serta tokoh masyarakat.
Acara yang dikemas Pemerintah Kota Padang dalam sebuah agenda tahunan ini, tidak lain untuk mengingat sejarah. Betapa dulu masyarakat Kota Padang melawan penjajahan Belanda dengan berbagai cara. Salah satunya memakai telong-telong sebagai tipu daya.
Tepatnya, 6 Agustus 1669, pada malam hari, masyarakat dari Pauh, Kuranji dan Koto Tangah sepakat melancarkan serangan terhadap Belanda. Loji-loji Belanda di Teluk Bayur dan Bukit Putus dibumihanguskan masyarakat . Mereka meluapkan kemarahan atas kesemena-menaan Belanda.
“Tidak sedikit kerugian Belanda akibat serangan itu. Belanda terkecoh karena mengira masyarakat yang membawa telong – telong adalah rombongan yang akan berangkat ke masjid,” kata Walikota Mahyeldi menceritakan kembali dalam sambutannya.
Keesokannya setelah momen penyerangan tersebut, 7 Agustus 1669, ditetapkan sebagai hari jadi Kota Padang. “Hingga hari ini diperingati ke-350 tahun,” ucap Walikota.
Adapun pawai telong- telong tahun ini, terasa lebih meriah dari tahun sebelumnya. Kali ini, selain tim dari kelurahan dan kecamatan, hotel-hotel juga berpartisipasi.
“Pawai telong-telong kali ini diramaikan dengan partisipasi dari hotel-hotel di Kota Padang,” kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Padang, Arfian.
Kemauan dari seluruh hotel ini bentuk dukungan kepada Pemko Padang atau lebih khususnya terhadap pariwisata Kota Padang.
“Hotel ini sangat erat kaitannya dengan pariwisata, tingginya tingkat kunjungan akan sejalan dengan tingginya jumlah hunian di hotel-hotel. Dukungan dan kerja sama jelas akan memajukan kedua sektor ini,”tuturnya.
Ia menyebutkan, kegiatan ini merupakan sinergi antara budaya, pariwisata dan sejarah perjuangan. Lewat telong-telong inilah rakyat Padang sukses memporakporandakan pertahanan Belanda yang sedang menjajah Indonesia kala itu. (der)






