
PADANG–Wakil Ketua DPRD Padang Wahyu Iramana Putra menilai rendahnya minat masyarakat dalam melakukan pemilihan karena kurangnya sosialisasi dari KPU. Hal ini menjadi pemicu utama menurunnya partisipasi masyarakat dalam pemilukada kali ini.
“Ini seharusnya menjadi perhatian sehingga warga memiliki kesadaran bahwa suara mereka sangat penting dalam menentukan pemimpin untuk lima tahun kedepan,”ungkapnya, Senin (14/12).
Seharusnya dalam pemilu ini dilibatkan partai politik untuk meningkatkan partisipasi pemilih.
Sementara itu Ketua Komisi IV DPRD Padang Zulhardi Z Latif mengatakan bahwa kinerja KPU Kota Padang harus dievaluasi secara total. Mengingat pemilu ini bukan hanya kali ini saja dilakukan akan tetapi sudah berkali-kali.
“Berbagai persoalan yang muncul seperti data yang tidak lengkap. Banyak warga yang tidak dapat undangan memilih, meskipun diperbolehkan menggunakan KTP. Namun mereka akan enggan datang. Jangankan pakai KTP, diundang saja mereka banyak yang enggan datang,”ungkapnya.
Dikatakannya bahwa kinerja KPU sangat berantakan dan tidak menunjukan keberhasilan. ” Apalagi masalah sosialisasi yang dicover semua oleh KPU, ini menjadi salah satu persoalan yang vital sehingga menyebabkan rendahnya minat masyarakat kota Padang menggunakan hak pilihnya,” tutur politisi Golkar ini.(baim)






