PADANG – Pemerintah Kecamatan Padang Utara saat ini tengah berbenah dalam hal kebersihan, ketertiban dan keindahan. Selain membenahi Pedagang Kaki Lima di sepanjang Jalan Khatib Sulaiman, Camat Padang Utara juga tengah menata taman serta menggalakkan gerakan pungut sampah.
“Kita tidak ingin ada pepatah ‘Bersihnya negeri orang, kotornya negeri kita’. Seharusnya, ‘Bersihnya negeri orang, negeri kita lebih bersih dari mereka’,” kata Camat Padang Utara Editiawarman kepada padangmedia.com, Selasa (18/5).
Dikatakan Camat, ia menekankan masyarakatnya untuk selalu menciptakan budaya bersih. Salah satunya dengan gerakan pungut sampah. Selain itu, di setiap kelurahan akan diwajibkan memilah sampah dan dedaunan. Sampah dedaunan yang dipilah akan diolah menjadi pupuk kompos. Sedangkan sampah plastik akan dijadikan butir-butiran plastik kecil yang bisa dijual. Saat ini, Kecamatan Padang Utara sudah mempunyai mesin pencacah sampah plastik dan dedaunan.
Sementara, terkait penertiban PKL, Editiawarman menyatakan ingin menjadikan jalan-jalan utama di Padang Utara, seperti Khatib Sulaiman, steril dari PKL. Di sisi lain, ia mengaku kesulitan menertibkan karena pada umumnya para pedagang tersebut sudah lebih dari 15 tahun berjualan dan tidak ada tempat relokasi. Sementara, Padang Utara tidak punya tempat untuk menampung atau relokasi PKL tersebut.
“Kami akan bicarakan dulu dengan Pemerintah Kota tentang hal ini. Mudah-mudahan ada solusi untuk relokasi pedagang tersebut,” ungkapnya.
Namun, secara berangsur, trotoar di wilayah kecamatan Padang Utara sudah mulai bersih dari PKL. Termasuk pedagang bunga yang sebelumnya kebanyakan memanfaatkan trotoar. Setelah dilakukan penertiban, mereka sudah menggeser dagangan mereka satu meter ke belakang dari badan trotoar.
“Sekarang bisa dilihat, pedagang bunga yang biasanya berdagang di bibir trotoar, sekarang sudah bergeser ke belakang. Alhamdulillah, mereka mau ditertibkan dengan cara baik-baik,” terangnya. (baim)







