
PADANG – Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah mengaku banyak masukan yang diterima dari DPRD terkait banyak hal. Pihaknya ingin membangun koordinasi dan komunikasi lebih intens untuk kelancaran program.
“Banyak masukan yang kita terima dari dewan. Makanya kita bangun koordinasi secara intens, terutama untuk kelancaran pelaksanaan program pembangunan,” kata Mahyeldi Ansharullah usai “ngopi pagi” dengan unsur pimpinan DPRD Kota Padang di “Gedung Putih A. Yani”, Jumat (28/12/2019).
Menurut Mahyeldi, salah satu masukan dari Ketua DPRD Padang yang memang perlu disikapi, yaitu untuk peningkatan nilai spiritual dan menghidupkan kearifan lokal di tengah masyarakat dan di kalangan ASN. Masukan itu sebagai bentuk support terhadap wisata halal yang gencar dikembangkan.
“Masukan dari ketua dan beberapa anggota DPRD yang hadir saat ini, patut disikapi. Yaitu, menghidupkan kearifan lokal dan membangun nilai – nilai spritual dalam masyarakat dan kalangan ASN. Juga dalam rangka pengembangan wisata halal,” ujar Mahyeldi.
Lebih lanjut, Mahyeldi mengatakan, terkait kafe – kafe yang beroperasi tidak memiliki izin atau melanggar izin yang dipertanyakan DPRD, hal itu harus disikapi dan periksa kembali. Dia juga mengingatkan pengusaha kafe untuk mematuhi aturan dan tidak melanggar hukum dan norma yang berlaku dalam masyarakat berfalsafah “Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah”.
“Nanti akan diperiksa kembali, baik kafe yang melanggar izin ataupun yang tidak berizin,” imbuhnya.
Dalam kesempatan “ngopi pagi” itu, hadir Ketua DPRD Padang Syafrial Kani, Wakil Ketua Arnedi Yarmen, dan unsur pimpinan AKD lainnya, yaitu Asrizal, Zulhardi Z. Latif, Muharlion, Helmi Moesim, Mastilizal Aye, Maulana Ilham. Dari Pemko Padang hadir Sekda Amasrul dan beberapa pimpinan SKPD.(der)






