
MENTAWAI – Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit minta warga yang tinggal di sekitar Bandara Rokot untuk bisa bekerjasama. Hal itu terkait rencana perluasn Bandara yang terletak di desa Matobe, Kecamatan Sipora Selatan, Kabupaten Kepulauan Mentawai.
“Kami minta warga sekitar bisa bekerjasama dalam pembebasan lahan, guna memperpanjang landasan pacu bandara tersebut. Yang awalnya sepanjang 800 meter menjadi 1.600 meter, ” kata Nasrul Abit usai peninjauan Bandara Rokot, Ahad (22/12/2019).
Permasalahan lahan ini diharapkan dapat diselesaikan tahun ini. Pada 2020 sudah dimulai perataan lahan. Kemudian 2021 pekerjaan fisik selesai dan 2022 bandara secara keseluruhan selesai dan 2023 sudah bisa beroperasi.
“Jika landasan pacu yang baru ini bisa selesai, maka akan bisa mendaratkan pesawat dengan jumlah penumpang 80 orang, dan sudah bisa langsung dari Batam, Bengkulu, Sibolga, Padang, Jambi dan Pekanbaru,” ujarnya.
Sebaliknya, jika pembangunan bandara Rokot ini tidak selesai, maka anggaran untuk pembangunan akan dipindahkan ke daerah lain.
“Informasinya akan dipindahkan untuk pembangunan bandara di Fak-Fak, Papua Barat,” jelas Nasrul Abit.
Dengan demikian, agar pemindahan tersebut tidak terjadi, Nasrul Abit mengharapkan pemahaman bersama kepada seluruh masyarakat dengan dibantu oleh pihak pemerintah daerah Mentawai.
Jika hal ini terwujud, maka ekonomi akan membaik, tenaga kerja akan bertambah banyak dengan tetap memprioritaskan putra daerah.
“Jangan sampai anggaran yang diberikan oleh pusat kesini tidak bisa dimanfaatkan, sekali tidak dimanfaatkan akan susah mendapatkannya kembali,” katanya.
Bupati Mentawai, Yudas Sabaggalet, mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah Pusat dan Provinsi atas perhatian yang sangat besar kepada Mentawai.
Dia yakin, apabila pembangunan ini berhasil yang akan diuntungkan tentu masyarakat Mentawai juga, jadi dia mengajak untuk bersama-sama untuk menyelasaikan permasalahan ini.
“Ditahun 2022 atau 2023, apabila ini selesai dan ditamah lagi trans Mentawai juga sudah, maka saya yakin Kabupaten ini akan keluar dari daerah tertinggal,” sebutnya.
Sementara, Deputi Bidang Infrastruktur Kemenko Maritim Ridwan Djamaluddin mengatakan, dengan pembangunan bandara ini akan menjadikan Mentawai sebagai lokasi wisata kelas dunia, karena akan mempermudah para wisatawan masuk ke daerah ini.
“Dari pendapat praktisi pariwisata, kunci paling penting dalam membangun wisata di Mentawai ini adalah bandara yang lebih baik, jadi dengan ini akan hadir terobosan penting dan sangat bermanfaat,” katanya.
Selain itu, dia juga menyampaikan pembangunan ini merupakan bentuk perhatian pemerintah pusat, terutama pada daerah yang masih tertinggal, sehingga pembangunan diseluruh Indonesia bisa merata.
“pembangunan infrastruktur yang besar bukan hanya dibangun di pulau-pulau besar saja, tapi juga di pulau-pulau kecil,” ungkap Ridwan.
Untuk memperluas bandara ini akan menghabiskan anggaran 530 miliar, yang yang bersumber dari Kementerian Perhubungan.
“Untuk 2020 anggaran yang sudah dialokasikan sebanyak 130 miliar untuk pematangan lahan,” jelas Kasubsi Bandara Rokot Koyo Suranto. (Zal)






