
PADANG – Kondisi keamanan Pasar Raya Padang beberapa waktu terakhir sudah meresahkan pedagang. Tidak saja di basement Blok II yang sebelumnya sering dikeluhkan sering terjadi kemalingan. Kini, kemalingan juga terjadi pada pedagang kecil di samping Pos Tramtib Pasar Raya Padang, tepatnya di depan Kompleks Padang Theater.
Tak pandang bulu, satu tenda payung beserta dagangan yang biasanya diletakkan dalam gerobak beserta dua bola lampu raib dijarah maling.
“Ambo indak habis pikir, kok tampek menggaleh (berjualan, red) yang sudah puluhan tahun berada di samping Pos Trantib juga jadi sasaran maling. Padahal, posisinya persis di samping pos. Dimana petugas malam trantib, apo karajonyo?” ketus Ami, yang tempat dagangannya dijarah maling, Selasa (10/7).
Menyikapi kondisi tersebut, Ketua Komisi II DPRD Kota Padang, Gustin Pramona menyampaikan, Pemko Padang melalui instansi terkait perlu mengambil sikap dengan cepat. Supaya kerugian pedagang tidak terus terjadi serta masalah itu tidak berlarut-larut terjadi.
“Dinas Perdagangan harus men-standby-kan aparat keamanan di lokasi itu seperti petugas Trantib, Satpol PP hingga kepolisian, supaya keresahan pedagang dapat diatasi serta kenyamanan mereka berjualan terwujud,” ujar kader Demokrat itu.
Kemudian, Dinas Perdagangan diminta menelusuri penyebab terjadi kehilangan. Apakah karena penataan pedagang yang tidak tepat sasaran atau persoalan lain yang sengaja dibuat oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.
Hal itu perlu ditinjau oleh dinas terkait agar pokok persoalan didapat serta instansi bersangkutan segera mencarikan solusinya. “Tujuannya demi mewujudkan keamanan para pedagang yang berjualan serta menciptakan kondisi Pasar Raya yang bebas dari tindak kejahatan,” ucap Mona sapaan akrabnya di DPRD Padang.
Jika didapat inti persoalan, katanya, maka dinas harus merembukkan dengan pedagang serta DPRD untuk jalan keluarnya. DPRD akan membantu memfasilitasi apa yang terjadi hingga persoalan itu segera tuntas.
Sementara, Amrizal Hadi, Anggota Komisi II DPRD Padang lainnya meminta kepada Dinas Perdagangan untuk melakukan pengawasan di lapangan jika sudah menempatkan petugasnya di sana.
“Jangan diserahkan saja kepada personil yang ditugaskan. Pimpinan OPD sendiri harus mengintip juga ke lapangan, apakah petugas benar-benar ada di lokasi dan mereka memang bekerja menjaga keamanan pasar,” ujar kader NasDem itu.
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Kota Padang, Endrizal menyampaikan, kemalingan itu dimana-mana pasti saja ada. Dengan itu, instansinya siap melakukan pengawasan secara ketat agar pedagang tidak rugi terus serta keresahan mereka juga tidak berlanjut.
Terkait lokasi masuk basement yang tidak representatif, pihaknya siap menyelesaikan sesegaranya. Hal itu demi kenyamanan konsumen berbelanja serta menciptakan Pasar Raya yang ramai dan diserbu pengunjung. (baim)






