Mahyeldi Bersafari ke Pemondokan Kafilah, Bicarakan MTQ Internasional
  • Home
  • Berita
  • Mahyeldi Bersafari ke Pemondokan Kafilah, Bicarakan MTQ Internasional

Mahyeldi Bersafari ke Pemondokan Kafilah, Bicarakan MTQ Internasional

PADANG – Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah mengunjungi kafilah MTQ Nasional ke-38 tingkat Provinsi Sumatera Barat yang berlangsung di Kota Solok. Tidak hanya memotivasi qori dan qoriah asal Kota Padang, namun Mahyeldi bersafari juga ke beberapa pemondokan kafilah daerah lainnya, beberapa hari lalu.

Kunjungan ke kafilah kabupaten/kota lainnya selain bersilaturahim dengan para pendamping juga terkait dengan rencana pelaksanaan MTQ Internasional yang akan dihelat di Padang. Perhelatan kelas dunia itu diancar-ancar pelaksanaannya antara akhir 2019 atau di awal 2020.

Menurut Mahyeldi, MTQ Internasional diinisiasi untuk meningkatkan semangat masyarakat muslim dalam mempelajari dan memahami Al-Quran. Disamping itu, Walikota ingin mencari penghafal quran dan qori terbaik dari seluruh dunia yang nantinya bersedia membina generasi muda Padang dalam membaca Al-Quran.

“Tujuan diadakan MTQ Internasional ini untuk menjaring para pakar Al-Quran yang bersedia mengajari generasi muda kita di Kota Padang. Disamping itu, kita meramaikan daerah sembari memberikan semangat bagi masyarakat muslim supaya lebih dekat dengan Quran,” ungkap Mahyeldi kepada Padangmedia, Rabu (19/6/2019).

Dari beberapa kafilah yang dikunjungi, kata Mahyeldi, menunjukkan antusiasme untuk mendukung. Dari sejumlah Kepala Kantor Kementerian agama dan Kepala Bagian Kesra kabupaten/kota yang bertemu saat mendampingi kafilahnya juga merespon dengan baik.

“MTQ ini hanya ada dua kategori, tahfiz dan tilawah,” ujarnya.

Hadiah yang dijanjikan kali ini sangat menggiurkan. Walikota menjanjikan rumah, tempat usaha, serta tunjangan bulanan bagi qori-qoriah terbaik. Akan tetapi syaratnya selain jadi pemenang,yang bersangkutan harus bersedia berdomisili di Padang dan menjadi pengajar Al Quran di kota ini.

“Yang juara kita jamin kehidupannya. Disediakan rumah, tempat usaha dan keperluan lainnya. Syaratnya harus bersedia tinggal di Padang dan mengajarkan Al-Quran di sini,” tukas Mahyeldi.

Saat bersafari ke pemondokan kafilah, Mahyeldi didampingi sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Padang. Pada setiap kafilah yang dikunjungi Walikota Padang itu membawakan “buah tangan” untuk para qori dan qoriah.(der)

Berita Terkait

Leave a Reply