
PADANGPANJANG – Kota Padangpanjang merupakan satu dari empat kota di Sumatera Barat yang akan melaksanakan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2018 nanti. Karena itu, Rabu (18/10) pagi, KPU me-launching tahapan Pilwako Padangpanjang 2018 berikut maskot, logo dan serambi Pintar Pemilu.
Walikota Padangpanjang Hendri Arnis dalam sambutannya mengatakan, prinsip dari Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota secara langsung yaitu, agar masyarakat dapat berpartisipasi langsung memberikan hak suaranya, memilih pemimpin untuk periode berikutnya. Hendri berharap seluruh masyarakat Kota Padangpanjang untuk ikut berpartisipasi aktif memantau dan mengawal setiap tahapan Pilkada. Hendri juga meminta agar jajaran Pemerintah Kota Padangpanjang dapat menjaga netralitas dalam Pemilu Walikota dan Wakil Walikota yang akan diselenggarakan pada Rabu 27 Juni 2018 mendatang.
“Tidak usah mempengaruhi masyarakat. Jalani saja tugas kita sebagai Aparatur Sipil Negara, fokus, jangan dicampuradukkan dengan pemilihan kepada daerah, dan tunjukkan kinerja yang baik. Saya jamin siapapun yang terpilih, mereka akan tetap mempertahankan bapak ibu sekalian,” kata Hendri.
Wako berharap, Pilkada yang diadakan di Kota Padangpanjang berjalan dengan lancar dan masyarakat memilih dengan hati-hati, cerdas, dan pintar siapa pepimpinnya ke depan. Yang terpenting, pemimpin yang dipilih betul-betul independen dari hati nuraninya tidak terprovokasi oleh orang lain, dengan tujuan akhir adalah pemimpin yang akan membangun dengan baik Kota Padangpanjang,” kata Hendri.
Sementara itu, Ketua KPU Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) Amnasmen menerangkan, meski Kota Padangpanjang adalah yang terakhir melakukan kegiatan launching, namun acara itu tidak hanya dihadiri oleh unsur pemerintahan saja tetapi juga wadah-wadah perhimpunan kelompok masyarakat. “Saya sangat mengapresiasi KPU Kota Padangpanjang ini. KPU di sini telah bagus dan sangat luar biasa. Ini merupakan sinyal bahwa teman-teman yang ada di KPU ini telah bergerak ke arah yang betul untuk menyampaikan proses sosialisasi kepada publik dengan melibatkan partisipasi masyarakat,” terang Amnasmen.
Amnasmen berharap, partisipasi pemilih atau masyarakat memilih yang ada di Kota Padangpanjang yang sebelumnya sangat kurang, berkisar sekitar 50 persen saja, dapat lebih meningkat. “Tentu ini menjadi catatan penting bagi kita untuk ke depannya bagaimana kita menambahkan partisipasi masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya,” terang Amnasmen.
Amnasmen juga menambahkan, Sumbar telah memiliki 9 Rumah Pintar Pemilu yang baru diprogramkan. Salah satunya Kota Padangpanjang. Rumah Pintar Pemilu itu salah satunya bertujuan untuk media bagi masyarakat dapat mengetahui dokumentasi tentang demokrasi pemilu yang difasilitasi oleh KPU sendiri.
Kapolres Padangpanjang AKBP. Cepi Noval, SIK mengatakan, seluruh jajaran Polres Kota Padangpanjang telah siap untuk mengawal dan mengawasi Pilkada yang akan diadakan Tahun 2018 nanti. “Saya akan tunjuk langsung anggota yang akan mengawal Calon Walikota dan Wakil Walikota nantinya dan saya pastikan para pengawal ini tidak ada hubungan darah sedikitpun, tidak ada hubungan tali persaudaran dengan bakal calon untuk Kota Padangpanjang,” jelas Cepi Noval.
Sementara, Ketua DPRD Kota Padangpanjang Novi Hendri mengungkapkan, untuk melaksanakan Pilkada nanti jangan sampai kekurangan anggaran, karena Pilkada sebagai pesta demokrasi merupakan hal yang paling ditunggu-tunggu oleh masyarakat. (ris/r)






