
PADANG – Keluarga Muhammad Riza Harisusanto dinilai berhasil mengimplementasikan Program 1821 yang dicanangkan Pemerintah Kota Padang. Tidak saja untuk keluarganya, tetapi juga ditularkan kepada masyarakat di lingkungannya.
Program penguatan keluarga itu dinilainya sangat ‘keren’ untuk menekan pengaruh negatif baik dari teknologi dan informasi maupun pergaulan yang tidak terarah. Dengan mengefektifkan waktu dari pukul 18.00 sampai pukul 21.00 di rumah bersama keluarga atau salat berjamaah di masjid, dampaknya diakui positif.
“Program ini keren sekali. Anak dan orang tua memiliki waktu bersama yang berkualitas. Tanpa gadged dan televisi. Kita bisa salat dan mengaji bersama di rumah atau masjid,” kata karyawan Bank Pembangunan Daerah (BPD) ini saat ditemui di rumahnya oleh tim pembina program penguatan keluarga Kecamatan Padang Selatan, Senin (29/07/2019) petang.
Melalui Surat Keputusan Camat Padang Selatan, keluarga Hari, begitu dirinya disapa, diutus mewakili kecamatan. Warga Rawang Timur, Kelurahan Rawang itu akan mengikuti wawancara penilaian tingkat Kota Padang, Rabu (1/08/2019) mendatang. Dia dan istri, Puspa Gemala Ayu serta sepasang anaknya Farhad dan Ayyas akan diminta menjelaskan kiatnya dalam keluarga terkait mengefektifkan waktu Maghrib hingga Isya.
Bila keluarga Hari dinilai memenuhi indikator keberhasilan program tersebut, dipastikan dia masuk tiga besar dari sebelas utusan kecamatan lainnya. Sesuai janji Pemerintah Kota Padang, keluarga yang masuk tiga besar pengimplementasi program 1821akan diumrohkan dan dikasih uang pula.
Berikut penuturan Hari terkait perannya dalam keluarga dan masyarakat sehingga dipilih mewakili Padang Selatan ke tingkat kota.
Sejak remaja, kesehariannya selalu diisi dengan kegiatan keagamaan dan sosial di lingkungan RW 1 dan RW 13 Kelurahan Rawang (dulu kelurahan Rawang Timur). Dia aktif dalam pengajian remaja di Masjid Syukur. Begitu juga dengan Puspa Gemala Ayu yang kemudian ditakdirkan membina rumah tangga dengannya. Keduanya masih tetap aktif sampai sekarang. Masih di lingkungan yang sama.
“Kami yang dulunya aktif dalam pengajian remaja masjid, sekarang ditakdirkan bersama dalam rumah tangga. Masih tetap aktif sebagai pengurus masjid dan pengurus rumah tahfiz,” tutur Hari.
Pria lulusan Fakultas Hukum Unand itu menjelaskan, di samping menanamkan dasar agama yang kuat kepada keluarganya, masyarakat di sekitar juga diajak. Dia cetuskan program “babaliak ka surau” yang dikhususkan bagi masyarakat di tempat tinggalnya.
“Program ‘babaliak ka surau’ ini, kami wujudkan dalam bentuk pengajian rutin bagi anak-anak, remaja dan orang tua, sembari mengurus Rumah Tahfiz Ansharullah untuk generasi penghafal Quran,” jelas Hari.
Kiprah Hari dan istri mendapat dukungan orang tua dan mertua. Dia terus berbuat yang terbaik bagi masyarakat dan keluarga.
Sejalan dengan itu, Pemerintah Kota Padang memiliki program penguatan keluarga. Sudah dicanangkan Walikota Mahyeldi Ansharullah sejak Muharram 1438 Hijriyah atau sekitar pertengahan 2017 lalu. Program yang kemudian disebut 1821 itu diawali implementasinya dari keluarga kalangan ASN Pemko Padang.
Seperti dijelaskan Camat Padang Selatan Fuji Astomi dalam kesempatan berbeda, sebelum pencanangan Program 1821, Hari dan istri sudah aktif bersama warga lainnya. Hal itu terlihat dari rutinitas di lingkungan Rawang Timur pada saat masuk waktu salat, terlebih waktu maghrib dan isya.
“Lingkungan tempat tinggal Hari termasuk lingkungan yang kondusif dengan basis keagamaan yang kuat. Seperti keluarga Hari, keluarga lainnya juga terlihat harmonis sehingga tercermin dari lingkungannya yang tenang dan masjidnya ramai,” kata Fuji Astomi.
Sementara itu, Lurah Rawang Andi Amir yang turut mendampingi tim pembinaan di kediaman Hari menyebut program 1821 bak gayung bersambut di Rawang Timur. Betapa tidak, ketika timbul kesadaran dari masyarakat untuk menguatkan keluarga dan membina generasi supaya berakhlak, pemerintah memberikan jalan melalui program tersebut.
“Ini bak gayung bersambut. Pemerintah membentangkan jalan ketika masyarakat memiliki keinginan untuk membina keluarga yang kuat dan harmonis,” ujar Andi Amir.
Lurah yang kondang sebagai pembawa acara ini menambahkan, bagi Kelurahan Rawang sendiri sejalan dengan visi yang didengungkan. Visi tersebut menurut Andi, mewujudkan Rawang Madani, sejahtera warganya, bahagia masyarakatnya.
“Ini sejalan dengan visi kami mewujudkan Rawang Madani. Sejahtera warganya, bahagia masyarakatnya,” pungkas Lurah Terbaik Kota Padang 2018 itu.
Adapun tim pembina penilaian ketahanan keluarga Kecamatan Padang Selatan yang hadir di kediaman Hari Sekretaris Kecamatan Maspeg, Kasi Kesos Kecamatan Ikrar Prakasa dan Lurah Rawang. Turut mendampingi Dinas Pendidikan dan dari Kantor Urusan Agama serta unsur Bagian Humas Kota Padang.(der)






