SAWAHLUNTO- Sekitar 10 hektare areal persawahan di Kota Sawahlunto mengalami kekeringan dan terancam gagal panen. Areal persawahan yang kekeringan akibat kemarau panjang yang masih melanda Sawahlunto itu di antaranya digarap Tiga Kelompok Tani (keltan) di Kecamatan Talawi.
Kepala Bidang Pertanian dan tanaman holtikultura Dinas Pertanian dan Kehutanan Kota Sawahlunto, Heni Purwaningsih mengatakan, sesuai laporan tim lapangan, setidaknya ada 10 hektare areal persawahan tadah hujan yang mengalami gagal panen.
“Hingga kini baru tiga keltan di Kecamatan Talawi yang melaporkan gagal panen dengan luas lahan sekitar 10 hektare lebih,” kata Heni kepada padangmedia.com, Rabu (31/8).
Keltan yang telah melaporkan itu, sebut Heni, adalah Keltan Padang Data Talawi Hilir dengan lahan seluas 1,9 hektare, Keltan Embun Pagi Kumbayau dengan lahan seluas 7,8 hektare dan Keltan Sungai Nyie Batu Tanjung seluas 4,3 hektare.
“Lahan tersebut semua sudah masuk dalam Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) dan saat ini tengah dalam masa klaim asuransi untuk penggantian kerugian,” jelasnya.
Untuk mengantisipasi terjadinya perluasan lahan gagal panen pada sawah tadah hujan itu, pihaknya terus mengupayakan lencarian
sumber-sumber air, termasuk bantuan pompa air bagi areal yang dekat dengan sumber air. Setidaknya ada 33 kelompok tani yang diusulkan pada perubahan APBD Provinsi Sumbar.
“Termasuk penggunaan bibit unggul seperti varietas lokal padi gadang rumpun yang hasilnya nyata dapat meningkatkan produksi hingga 10 persen hasil gabah gering giling,” ungkapnya. (tumpak)






