Kebakaran Merbabu Belum Dapat Dipadamkan
  • Home
  • Berita
  • Kebakaran Merbabu Belum Dapat Dipadamkan

Kebakaran Merbabu Belum Dapat Dipadamkan

JAKARTA- Kebakaran hutan dan lahan tidak saja terjadi di Sumatera dan Kalimantan. Di Jawa, beberapa gunung juga dilanda kebakaran seperti Gunung Lawu, Gunung Slamet, Ceremai dan Gunung Merbabu.

Kebakaran di Gunung Merbabu menurut informasi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sampai saat ini belum berhasil dipadamkan. Kebakaran ini terjadi di jalur pendakian yaitu di Dusun Tretes dan Dusun Bentrokan, Desa Wonolelo Kecamatan Sawangan Kabupaten Magelang.

” Kebakaran mulai terjadi pada Rabu (19/8) sekitar pukul 15.00 WIB,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, Jumat (21/8).

Dusun Tretes dan Bentrokan merupakan wilayah perbatasan antara Kabupaten Boyolali dan Kabupaten Magelang. Informasi tentang kebakaran langsung ditanggapi oleh para relawan dari KAPPALA Suwanting dengan mengerahkan sedikitnya 30 personil.

Setelah melakukan perjalanan ke lokasi selama hampir 1,5 jam, para relawan langsung berjibaku hingga pukul 24.00 WIB untuk memadamkan api yang saat itu masih cukup besar. Pada Kamis (20/8) api kembali membesar dan menimbulkan kebakaran yang lebih besar dengan 12 titik api serta panjang kebakaran ± 20 km. Jarak titik api ± 4 km dari permukiman warga.

” Diduga angin yang agak kencang menyebabkan api yang sudah padam kembali membesar dan menjalar ke sekitarnya,” ujarnya.

Sebanyak 250 personil dari BPBD Magelang, Boyolali, Klaten, instansi terkait, relawan dan masyarakat masih berusaha membuat sekat agar api tidak meluas. Terbatasnya air, medan yang berat dan angin cukup kencang menyulitkan pemadaman.

Untuk mendukung logistik, BPBD Kabupaten Magelang mendirikan 2 pos dapur umum yaitu Base camp Dusun. Suwanting dan Balai Desa Wonolelo.

Sementara itu, kebakaran di lereng Gunung Lawu telah dapat dipadamkan. Lahan yang terbakar sekitar 40 hektar. Kebakaran di lereng Gunung Slamet terletak pada ketinggian 2.500 m dpal.

BPBD Pemalang, petugas Perhutani, relawan dan masyarakat masih melakukan pemadaman. Masyarakat dihimbau untuk selalu hati-hati dan tidak melakukan aktivitas pembakaran di sekitar gunung.

Kondisi cuaca yang kering mudah sekali terbakar dan sulit dipadamkan. Water bombing dengan helicopter juga sulit dilakukan karena terbatasnya air. (feb)

Berita Terkait

Leave a Reply