
MENTAWAI – Kasus Demam Berdarah Degue (DBD) di wilayah Pulau Siberut meningkat beberapa bulan terakhir. Setidaknya ada 42 orang terkena DBD dan satu pasien dirujuk ke Padang.
Menyikapi hal itu, Kepala Dinas Kesehatan Mentawai, Lahmuddin Siregar mengakui adanya peningkatan jumlah kasus DBD di pulau Siberut. Selain itu, di Tuapeijat juga ada tiga warga yang positif terkena penyakit DBD beberapa bulan sebelumnya.
“Sejak bulan September ini, kasus DBD di Mentawai meningkat, sebelumnya tidak begitu berpotensi,” Kata Lahmuddin di ruang kerjanya, Selasa (18/9).
Upaya antisipasi sudah dilakukan jajaran Dinkes Mentawai dengan melakukan penyuluhan kepada masyarakat serta menghimbau masyarakat untuk menjaga lingkungan termasuk membersihkan sarang nyamuk. Namun, yang menjadi persoalan serius memicu merebak kasus DBD itu masih banyaknya temuan di lapangan sarang nyamuk dari berbagai tempat penampungan air, serta penumpukan barang-barang bekas di pemukiman rumah warga.
Untuk memutus tali rantai penyakit DBD, Lahmuddin menghimbau masyarakat, petugas kesehatan, kecamatan dan stakeholder untuk menggerakan 3 M yaitu menutup tempat penampung air, menguras bak mandi dan mengubur atau mendaur ulang barang bekas. Selain itu, masyarakat jangan terlalu berharap dilakukan fogging (pengasapan menggunakan zat kimia untuk membasmi sarang nyamuk. Fogging jalan terakhir untuk membasmi nyamuk dewasa. Sementara, yang perlu dibasmi adalah jentik-jentik nyamuk, jelasnya.
Untuk kasus DBD sampai September 2018 ini, kata Lahmuddin, ditemukan 42 orang. Dengan rincian, rawat jalan 13 orang, dalam perawatan 7 orang, dirujuk ke Padang 4 orang dan yang sudah pulih sebanyak 18 orang, ungkap Lahmuddin.
Menurutnya, dengan ada kejadian kasus penyakit DBD dalam kontek pariwisata, para pengunjung yang akan datang ke Mentawai bisa berdampak. Akan tetapi untuk tingkat Sumbar, Kepulauan Mentawai masih dikategorikan bebas DBD.
“Penyakit yang berbasis lingkungan harus mengambil tindakan dengan melibatkan seluruh lapisan masyarakat untuk mengantisipasi agar tidak terjangkit penularan di tengah masyarakat. Karena, penyakit tersebut berada di lingkungan warga. Pada prinsipnya, dengan basis pariwisata di Mentawai, tentunya masyarakat perlu mengampayekan sadar wisata dalam menjaga kebersihan untuk membasmi penyakit DBD. Diharapkan tidak ada terjangkit penyakit DBD hingga menimbukan kematian,” tukasnya. (ers)






