PADANG – Partai Demokrat akan mengambil tindakan tegas terhadap JB, oknum anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Padang Pariaman dari Partai Demokrat jika terbukti positif mengkonsumsi narkoba. Kalau hasil tes urine menunjukkan positif, Demokrat akan mengambil tindakan pemecatan.
“Jika JB memakai narkoba maka sanksi tegas menantinya. Pasti dipecat kalau hasil tesnya positif,” tegas Ketua Tim Klarifikasi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat Eka Prima didamping Wakil Ketua DPW Partai Demokrat HM Nurnas dan Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Padang Pariaman, Wirya Fansuri kepada wartawan, Minggu (9/10).
Tim Gabungan dari DPP dan DPW Partai Demokrat telah diturunkan untuk melakukan klarifikasi terhadap beredarnya video “Anggota Dewan Nyabu” yang menyebar secara viral di internet melalui jejaring sosial beberapa hari lalu. Dari hasil klarifikasi, kepada tim, JB, oknum anggota DPRD Kabupaten Padang Pariaman mengakui benar bahwa di dalam video itu adalah dirinya dan itu terjadi sekitar Oktober lalu di sebuah hotel di Batam.
Namun, menurut Eka, dalam keterangannya, JB mengaku tidak tahu bahwa tindakannya di dalam video tersebut adalah “nyabu” dan yang bersangkutan juga tidak mengetahui mengenai video itu. Kepada Tim, JB mengaku dijebak.
Tim DPP Demokrat turun atas perintah Ketua OKK DPP Partai Demokrat Pramono Edi Wibowo, karena video oknum anggota DPRD Padang Pariaman yang menayangkan adegan tengah “nyabu” telah menjadi viral dan mengundang kecaman ratusan ribu netizen di dunia maya baik facebook, twetter dan banyak group whatshap.
“Ketua OKK DPP Partai Demokrat memerintahkan untuk memeriksa dan melakukan klarifikasi terhadap video tersebut sehingga kami turun ke Padang Pariaman bersama DPW Sumatera Barat dan DPD Kabupaten Padang Pariaman,” ujarnya.
Eka mengakui, saat ini kondisi kader partainya yang tersandung kasus video rekaman tersebut tengah “down” secara psikis. Kondisi trauma juga dialami keluarga JB. Namun, tim tetap bekerja sesuai dengan protap yang telah ditentukan oleh DPP.
Sementara itu, Ketua DPD Partai Demokrat Kabupaten Padang Pariaman Wirya Fansuri menegaskan, jika pun hasil dari pemeriksaan urine JB menunjukkan negatif, namun yang bersangkutan tetap akan mendapatkan sanksi. Beredarnya video tersebut telah mencederai citra partai.
“Kalaupun hasilnya negatif, JB akan tetap dikenai sanksi karena telah mencederai citra partai,” tegasnya.
Informasi mengenai tayangan video oknum anggota DPRD “Nyabu” ini mulai heboh sejak beberapa hari lalu. Adegan video yang beredar secara viral di media sosial itu adalah beberapa orang sedang mengkonsumsi narkoba jenis Sabu dalam sebuah ruangan yang diduga kamar hotel. Tayangan itu semakin heboh dan dihujani hujatan netizen karena diketahui yang sedang “nyabu” adalah oknum anggota DPRD dari Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat. (feb/rel).






