PADANG – Kebutuahan Penerangan Jalan Umum (PJU) bukan untuk masyarakat kota saja, tapi juga masyarakat yang berada di wilayah perkampungan. Saat ini, masih banyak ditemukan jalan-jalan kota yang tidak dilengkapi lampu penerangan, apalagi di daerah pelosok.
Kondisi tersebut menuai perhatian anggota Komisi II DPRD Kota Padang, Masrul Rajo Intan. Anggota dewan dari Fraksi PAN tersebut menyebutkan, sudah banyak kejadian kriminalitas akibat tidak adanya sarana penerangan lampu jalan pada titik- titik rawan di Kota Padang, apalagi di daerah pelosok.
“Bukan saja aksi kriminal, bahkan lokasi-lokasi yang tidak mempunyai penerangan lampu jalanpun banyak dijadikan sebagai tempat ajang mesum bagi anak –anak muda,” katanya kepada padangmedia.com, Kamis (10/12).
Menurutnya, lampu penerangan jalan umum sangat diperlukan. Sebab, dengan adanya penerangan jalan umum secara langsung dapat membantu aktivitas masyarakat di malam hari. Namun, tak dapat dipungkiri hingga saat ini kebutuhan akan penerangan jalan masih sangat tinggi. Seperti di daerah Bungus Telukkabung, meskipun ada tiangnya, namun lampunya mati.
“Ini sama aja tidak ada penerangan, banyak lampu yang mati, sehingga akses pada malam hari kesulitan. Jika hal ini dibiarkan berlarut- larut, maka akan terjadi aksi kejahatan nantinya,” katanya.
Untuk itu, kata Masrul, ia minta perhatian khusus dari Pemko melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) terhadap PJU yang tidak ada di beberapa ruas jalan dalam Kota Padang maupun di daerah pelosok. “Harus ada proaktif untuk memperhatikan hal ini seperti bola putus, yang belum memiliki lampu dan sebagainya. PU harus bisa merealisasikan hal ini, karena untuk PU sudah dianggarkan pada APBD 2016,” ungkapnya. (baim)






