Iswanto Kwara Menilai Pelaksanaan Porkota Dipaksakan
  • Home
  • Berita
  • Iswanto Kwara Menilai Pelaksanaan Porkota Dipaksakan

Iswanto Kwara Menilai Pelaksanaan Porkota Dipaksakan

Iswanto Kwara.

PADANG –  Ketua Kontingen Pekan Olahraga Kota (Porkota) yang juga anggota DPRD Padang, Iswanto Kwara menilai pelaksanaan event yang digelar Pemko melalui Dispora tersebut terkesan dipaksakan. Meski demikian, katanya, kontingen Kecamatan Padang Barat dapat menampilkan penampilan yang terbaik serta bisa meraih kemenangan pada beberapa cabang olah raga yang diikuti.

“Dengan segala keterbatasan yang ada, kita selalu memotivasi para atlet agar menampilkan permainan yang baik dan selalu mentaati semua aturan pertandingan diseluruh cabang olah raga,” terang Iswanto kepada padangmedia.com, Selasa (22/12).

Iswanto Kwara saat ditemui di kawasan Pondok mengatakan, pada event kali ini, kontingen dari Kecamatan Padang Barat menurunkan sebanyak 175 orang atlet. Mereka akan mengikuti 19 dari 23 cabang olahraga yang dilaksanakan pada Porkota  yang resmi dibuka Senin (21/12) di GOR Agussalim oleh Walikota Padang, Mahyeldi Ansharullah. Pada Porkot tahun ini, Cabor yang dilombakan sebanyak 23 Cabor dan untuk pelaksanaannya terhitung dari 21 hingga 25 Desember 2015 nanti.

Iswanto Kwara yang juga merupakan anggota DPRD Padang dari Fraksi PDI P ini menyampaikan, Pemko telah mengucurkan anggaran sebesar 11 juta rupiah pada kontingen Kecamatan Padang Barat dan kecamatan lainnya. Dengan anggaran sebesar itu dinilai sangat minim.

“Bayangkan saja, untuk cabang olah raga sepakbola yang memakai banyak atlet dan cabor lainnya yang memakai banyak atlet, tentu saja untuk biaya operasional latihan dan honor pelatih, biayanya tidak cukup. Apalagi untuk kecamatan lain yang menggunakan atlet banyak dan mengikuti seluruh cabang olahraga, tentu saya rasa ini tidak sesuai,” jelasnya.

Ke depan, ia berharap Pemko Padang atau Dispora dapat mempersiapkan atau menganggarkan dana yang lebih besar agar pada pelaksanaannya bisa berlangsung baik dan tidak terkesan dipaksakan seperti saat sekarang. Dengan anggaran yang minim pada pelaksanaanya, terkesan dipaksakan agar terlihat bergengsi.

“Kalau anggarannya minim, seharusnya panitia Porkota melihat mana saja Cabor andalan yang ada di Kota Padang. Jangan hanya mengejar kuantitas saja jika kualitas dari Cabor yang digelar kurang berkesan. Harusnya kualitas suatu pertandingan harus diutamakan. Jika anggarannya nanti besar, tak masalah lah itu juga lebih bagus,” ungkap Iswanto Kwara. (baim)

Berita Terkait

Leave a Reply