Ini Sepuluh Besar KPJU Unggulan Potensial UMKM Sumbar
  • Home
  • Berita
  • Ini Sepuluh Besar KPJU Unggulan Potensial UMKM Sumbar

Ini Sepuluh Besar KPJU Unggulan Potensial UMKM Sumbar

PADANG – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Wilayah Sumatera Barat telah melakukan berbagai kajian dan penelitian dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi SUmatera Barat. Cakupan kajian tersebut meliputi seluruh sektor ekonomi.

Kepala Perwakilan BI Wilayah Sumatera Barat Puji Atmoko menerangkan, pengkajian dan penelitian itu dimaksudkan sebagai upaya BI dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat. Dia menegaskan, hal itu dilakukan sekaligus sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

“Sebagai bentuk dukungan kami dalam pengembangan UMKM, kami telah melakukan kajian dan penelitian terkait Komoditas/ Produk/ Jenis Usaha (KPJu) Unggulan UMKM pada tahun 2016 yang merupakan “pengkinian” dari hasil kajian lima tahun sebelumnya,” kata Puji.

Dari hasil kajian dan penelitian itu,BI menyimpulkan ada sepuluh KPJu Unggulan UMKM dan memproyeksikan sepuluh KPJu Unggulan Potensial.

Menurut Puji, KPJu Unggulan UMKM yang telah dikembangkan adalah Padi sawah, budidaya ikan di kolam dan air tenang, sapi potong, bordir/ sulaman/ mukena, wisata budaya, tenun songket, penangkapan ikan laut, wisata alam, kakao dan keripik balado/ sanjai.

Sementara itu, Puji menyebutkan ada sepuluh KPJu Unggulan Potensial UMKM yang dapat dikembangkan secara lebih gencar lagi guna menopang perekonomian. Ke sepuluh KPJu Unggulan Potensial itu adalah Jagung, hasil pertanian, cabe besar, wisata sejarah, budidaya ikan di kolam air deras, pisang, minyak atsiri, toko kelontong, jeruk dan budidaya ikan di sawah atau mina padi.

Dia berharap, hasil kajian dan penelitian KPJu Unggulan tersebut menjadi acuan bagi pemerintah daerah dalam rangka mengembangkan komoditi atau produk serta jenis usaha yang akan dilakoni oleh UMKM yang ada di daerah ini. Selain itu, dia juga menyarankan pentingnya penguatan yang berkesinambungan pada pengembangan agropolitan dan minapolitan.

Fasilitasi pengembangan pasar produk UMKM juga perlu peningkatan bersama peningkatan akses kepada sumber pembiayaan dan pembinaan UMKM menjadi bankable.

“Kami juga merekomendasikan agar dilakukan peningkatan peran dan kontribusi lembaga perbankan atau lembaga pembiayaan dalam perluasan pelayanan dan peningkatan SDM dalam memahami karakteristik UMKM KPJu Unggulan,” tandasnya. (feb)

Berita Terkait

Leave a Reply