
PADANG – Dialog membedah visi misi Calon Gubernur (Cagub) dan Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Sumatera Barat 2015-2020 yang diadakan Forum Editor Sumatera Barat bekerja sama dengan KPU Sumbar, Rabu (18/11) di convention hall Universitas Andalas, Padang, membicarakan tentang pendidikan, SDM, kebudayaan dan ekonomi kreatif. Kedua Paslon memandang perlu diperhatikannya ekonomi kreatif ke depan.
Lalu, apa kata masing-masing Cawagub soal pentingnya pengembangan ekonomi kreatif di Sumbar? Cawagub nomor urut satu, Fauzi Bahar menyatakan, industri kreatif harus didorong agar anak-anak muda tak berorientasi menjadi PNS. Ia optimis dengan segala dorongan dari pemerintah daerah, industri kreatif akan tumbuh dan berkembang di Sumbar, tentunya dengan pasar yang luas dan dukungan perbankan.
Sementara, Nasrul Abit akan memaksimalkan pelatihan industri kreatif pada SMK yang mulai tahun depan di bawah naungan provinsi, baik di bidang wisata, teknologi informasi dan lainnya. Hal ini juga dibarengi dengan banyaknya pelatihan di tengah-tengah masyarakat dan dukungan perbankan.
Di sisi lain, pelaku industri kreatif di bidang songket, Nanda Wirawan menggambarkan mirisnya sektor industri kreatif. Walaupun ada sekitar seribu orang pengrajin songket di Sumbar, namun menurutnya belum berdampak terlalu baik dari sisi ekonomi. Hal itu disebabkan tingginya cost karena bahan baku yang diimpor dari Jawa maupun luar negeri. Akibat tingginya cost menyebabkan harga jual juga tinggi sehingga tak mampu bersaing dengan produk daerah lain. Untuk itu, dibutuhkan grand design yang terintegrasi antara pelaku usaha, pemerintah, akademisi dan lembaga keuangan untuk memajukan sektor ini.
Dialog Forum Editor terkait Pilgub Sumbar kali ini merupakan seri ke empat atau edisi terakhir yang diadakan Feds bekerja sama dengan KPU Sumbar. Edisi kali ini mengangkat tema pendidikan, kebudayaan dan ekonomi kreatif. Selain menghadirkan KPU Sumbar dan kedua Paslon, Feds juga menghadirkan Bawaslu Sumbar, akademisi, sastrawan, Ketua PGRI Sumbar, Ketua Ombudsman Sumbar, mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi, masing-masing tim sukses dan lain-lain. (rin)





