
SAWAHLUNTO – Momentum Hari Pers Nasional (HPN) bagi Kota Sawahlunto dijadikan sebagai upaya mendorong tokoh pers nasional Jamaluddin Adinegoro menjadi pahlawan nasional.
Sekretaris Panitia HPN PWI Kota Sawahlunto, Amin Pratikno mengatakan, agenda silaturrahim dengan pihak keluarga waris Adinegoro merupakan bagian penting dari rangkaian peringatan HPN.
“Berkunjung ke rumah keluarga waris Adinegoro merupakan bagian penting dari rangkaian peringatan HPN. Sebelumnya juga sudah dilaksanakan beberapa kegiatan seperti Aksi Peduli Covid-19 dengan membagi-bagikan masker kepada masyarakat,” sebutnya.
Ketua PWI Kota Sawahlunto Indra Yosef menambahkan, anjangsana tersebut bertujuan untuk mendorong pengusulan Adinegoro menjadi pahlawan nasional.
Wali Kota Sawahlunto, Deri Asta menyatakan dukungan terhadap upaya menjadikan Adinegoro, tokoh pers nasional kelahiran Talawi itu menjadi pahlawan nasional.
“Saat ini, Adinegoro sudah berstatus tokoh nasional. Cita-cita kita adalah menjadi pahlawan nasional. Jamaluddin Adinegoro layak menyandang gelar pahlawan,” kata Deri dalam kesempatan itu.
Dia meminta PWI Kota Sawahlunto khususnya untuk mempersiapkan langkah lain yang dapat mendukung bisa tercapainya keinginan untuk menjadikan Adinegoro sebagai pahlawan nasional.
Pemko Sawahlunto, lanjutnya, akan mengusulkan melalui Kementerian Sosial serta Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI).
Kapolres Sawahlunto AKBP Junaidi Nur menyatakan Polri turut mendukung upaya tersebut. Dia mengaku sangat bangga bisa bertugas di kota yang banyak melahirkan pahlawan dan tokoh nasional itu.
Mengutip wikipedia, Jamaluddin Adinegoro, tokoh pers nasional kelahiran Talawi, Kota Sawahlunto, 14 Agustus 1904, wafat di Jakarta pada tanggal 8 Januari 1967 dalam usia 62 tahun. Dia merupakan adik Mahaputra Muhammad Yamin, yang sudah lebih dahulu menjadi pahlawan nasional. Adinegoro wafat pada (Tumpak)






