
BUKITTINGGI – Sebanyak 101 orang berstatus dalam pemantauan (ODP) di Kota Bukittinggi, hari ini mengikuti pemeriksaan rapid test. Hasilnya, rapid test yang digelar di posko Dinas Kesehatan kota itu, seluruhnya negatif.
Walikota Bukittinggi Ramlan Nurmatias menyebutkan, 101 orang ODP yang dilakukan rapid test tersebut antara lain orang yang baru bepergian atau datang dari luar daerah dengan rentang waktu 14 hari. Kemudian, orang yang secara riwayat pernah kontak dengan pasien positif corona virus disease (Covid) 19.
“Jadi, ODP ini ada yang baru pulang dari rantau atau habis ke luar daerah. Ada juga yang berasal dari penelusuran riwayat orang positif sebelumnya. Semua diambil sampel darahnya untuk menjalani rapid test,” kata Ramlan.
Dia menegaskan pemeriksaan dengan sistem rapid test adalah pemeriksaan awal. Jadi bukan patokan utama dalam hal kasus Covid-19. Masih ada tahap pemeriksaan yaitu pengujian specimen swab di laboratorium.
“Paling tidak, kita bisa melakukan pemeriksaan awal untuk tindak lanjut. ODP yang diperiksa adalah orang yang cukup rentan, karena baru datang dari wilayah pandemi atau pernah kontak dengan pasien positif sebelumnya,” ujarnya.
Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Bukittinggi Vera Maya Sari menambahkan, pemeriksaan dengan sistem rapid test dilakukan untuk ODP yang bergejala. Dari 137 ODP di Bukittinggi, yang masuk dalam kategori sebanyak 101 orang.
“Proses Rapid Test bagi ODP ini dilaksanakan secara bertahap dibagi per kecamatan, dan pengambilan sampel darah kapiler saja, dengan menusuk pada bagian ujung jari, lalu dibaca pada Rapid Test, sekitar 15 menit langsung didapatkan hasilnya,” sebutnya.
Vera Maya Sari menambahkan, ODP yang dicek itu pernah mengalami gejala batuk, demam, dan pilek atau mengarah ke ciri suspect Covid-19. Yang dikategorikan juga setelah melakukan perjalanan dari luar atau daerah endemi, serta juga yang melakukan kontak dengan pasien positif Covid-19. (y/f)






