JAKARTA – Pemerintah Indonesia melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 telah mendistribusikan Alat Pelindung Diri (APD) ke seluruh Indonesia. Sejauh ini, DKI Jakarta merupakan daerah penerima APD terbanyak.
Juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19, Achmad Yurianto meyebutkan hal itu dalam konferensi pers di Graha BNPB, Jakarta, Jumat (3/4/2020).
“Kami telah mendistribusikan di seluruh jajaran rumah sakit yang memberi layanan perawatan Covid-19. Telah dikirim dan diterima tambahan 85.000 unit APD,” kata Yurianto.
Sementara itu, pemerintah pusat juga menyalurkan 55.000 unit tambahan APD ke Jawa Barat, 25.000 unit APD ke Jawa Timur, dan 20.000 unit ke Jawa Tengah. Kemudian 12.500 unit ke Bali, 10.000 ke DI Yogyakarta dan 10.000 ke Banten. Serta lebih dari 5.000 ke daerah di luar Jawa dan Bali.
“Sehingga ada lebih dari 300.000 unit APD yang telah disalurkan pemerintah pusat ke rumah sakit di seluruh wilayah Indonesia,” terangnya.
Dia menambahkan, pemerintah akan terus berupaya mencari dan mengirim bantuan alat pelindung diri ke seluruh provinsi di tanah air untuk memenuhi kebutuhan di daerah.
“Ini jumlah yang belum mencukupi apabila dihadapkan dengan perkembangan kasus yang terus berjalan. Angka ini bukan angka yang dianggap cukup dan berhenti, karena kami akan terus mengirim lebih lanjut,” terang Yuri.
Pemerintah kembali mengingatkan bahwa banyaknya fasilitas kesehatan dari Rumah Sakit, tenaga medis hingga APD dan perlengkapan tersedia akan menjadi sia-sia. Apabila masyarakat tidak ikut berpartisipasi mencegah penularan virus.
“Kuncinya bukan seberapa banyak rumah sakit yang disiapkan, seberapa banyak laboratorium dan peralatan yang disiapkan. Tetapi seberapa besar peran kita semua mencegah jangan sampai terjadi penularan. Ini yang paling penting,” ujarnya.
Oleh sebab itu, Pemerintah menganjurkan kepada masyarakat agar tetap berada di rumah, menjaga jarak 1,5-2 meter dengan orang lain, serta rutin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir.
“Mari kita putus rantai kontak langsung dengan penderita positif, jaga jarak dalam berkomunikasi sosial dengan siapapun, hindari kontak langsung dengan siapapun, dan hindari tempat-tempat penuh sesak dan tempat berkumpul,” tutup Yuri. */f





